SAMA RUPA BISA BEDA MAKNA

Terbaru13 Dilihat

Kebahagiaan, ketenangan, dan kemajuan datang dalam kehidupan ini sering bukan karena dunia berubah, tetapi karena cara seseorang memahami dunia menjadi lebih bijak.

Cara menasfsir sesuatu hal dapat merubah maknanya meski secara penampilan tidak berubah. Hal yang sama
bisa dianggap sebagai masalah, kegagalan, atau justru peluang, tergantung pada sudut pandang yang digunakan gunakan.

Ketika cara pandang berubah maka maka emosi, sikap, dan tindakan terhadap situasi itu pun berubah. Yang sering perlu diubah bukanlah situasinya, tetapi cara pandang terhadap situasi yang bersangkutan.

Ambil contoh orang yang memiliki perspektif positif cenderung: melihat peluang dalam kesulitan. Ia
menemukan makna dalam penderitaan, dan tetap optimis
dalam keterbatasan.

Tidak demikian halnya dengan orang berperspektif negatif. Ia melihat dunia sebagai tempat yang penuh hambatan dan ketidakadilan.

Karena itu ketika cara pandang berubah, perilaku juga berubah. Perubahan ini kemudian memengaruhi hasil yang dialami. Karena itu, perubahan perspektif sering menjadi awal dari perubahan hidup.

Sejatinya kehidupan itu bukan hanya tentang apa yang terjadi pada kita, tetapi tentang bagaimana kita memaknai apa yang terjadi. Ketika sudut pandang berubah menjadi lebih bijak, lebih positif, dan lebih terbuka, maka dunia yang dilihat pun tampak berbeda—seakan berubah, padahal sesungguhnya yang berubah adalah cara memandangnya.

Pesan intinya jangan terlalu cepat menyalahkan keadaan, tatalah cara melihat keadaan yang terjadi. Ibarat kata bijak:
“It is not the strongest if the species that survives nor the most intelligent but the one most responsive to change”– yang bertahan hidup bukanlah yang terkuat atau yang terpandai, melainkan yang paling responsif terhadap perubahan.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan