Di tengah kegaduhan pro dan kontra program besar pemberian makanan bergizi gratis khususnya bagi anak sekolah, pemerintah mengambil langkah bijak. Pembaharuan pimpinan di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) dilakukan. Meski figur yang di pasang bauran sosok lama dan baru. Harapannya tentu akan membawa angin perbaikan segar yang berbeda.
Perubahan ini dipercaya akan membawa hasil yang lebih baik. Namun apakah diyakini akan membawa hasil lebih baik, tentu masih bisa diperdebatkan sampai hasil yang baik itu terbukti.
Disinilah antara ‘percaya” dan “yakin” masih membentang tirai meski tipis tapi menyimpan perbedaan.
“Percaya” adalah hal yang terkait dengan seseorang atau sesuatu. Bersumber dari hubungan, pengalaman, atau reputasi bisa saja mengandung sedikit keraguan. Sedangkan “yakin” berhubungan dengan kepastian dalam diri. Bersumber dari pemahaman, bukti, pengalaman, atau perenungan yang nyata dirasakan. Sifatnya lebih mantap dan teguh.
“Percaya” itu dapat diibaratkan sebagai benih, sedangkan “Yakin'” adalah pohon yang telah tumbuh kuat. Kepercayaan membuka pintu untuk mencoba, sementara keyakinan memberi kekuatan untuk bertahan dan melangkah maju.
Dalam menjalankan suatu program dengan pendanaan yang besar tentu para pemeran atau pelaku dituntut amanah. Satunya kata dan tindakan tanpa pencitraan berlebihan.
Hubungan yang sehat dibangun dengan saling percaya, sedangkan keputusan yang bijaksana lahir dari keyakinan yang matang.
Semoga tabir tipis yang menyekat “Percaya” Dan “Yakin” pada perubahan pembaharuan para pemeran penyandang amanah di dalam Badan Gizi Nasional segera luruh, berganti dengan “Keyakinan” publik yang teguh karena menyaksikan bukti nyata satunya kata dan tindakan atau perbuatan mewujudkan kualitas anak bangsa.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)








