Hampir sebulan bumi berazam Karimun tidak diguyur hujan, tanpa ada tanda sore menjelang senja tiba – tiba hujan turun. Untung saja hujan tidak menghalangi niat untuk membawa dua cucu cantik berjalan sore bersama.
Bukan jadwal rutin, tapi jika sempat dan tidak penat selalu menyediakan waktu untuk membawa dua cucu perempuan berjalan hanya sekedar berkeliling kampung yang memakan waktu lima belas menit sampai dua puluh menit saja.
Dengan mengendarai mobil tua milik suami, setelah sempat habis sholat azar menyempatkan diri untuk menjenguk ibunda yang sudah lebih dari sepuluh hari tidak dikunjungi dikarena ada hal yang tidak bisa di tinggalkan.
Libur imlek juga tidak jadi mengunjungi ibunda karena keadaan badan yang tidak memungkinkan, akhirnya sore ini baru terlaksana. Setelah lebih setengah jam di rumah ibunda kami pamit karena dengan niat untuk membawa kedua cucu berjalan sebentar. Sewaktu ke rumah nyangnya tidak dibawa karena masih belum mandi.
Rumah cucu yang kebetulan seberang dari rumah, mendengar mobil tua milik atuknya lewat terdengar suara cucu yang paling kecil berseru menyebut nama atoknya.
Belum sepuluh menit berjalan, rintik hujan mulai turun sempat juga berkomentar dengan suami sudah lama tidak hujan bahkan hawa panas sudah terasa lebih dari sepekan, mungkin hanya hujan singgah saja seperti biasanya, tidak akan lebih dari sepuluh menit hujan juga akan berhenti.
Sekarang bukan hanya hujan tapi bunyi membelah bumi juga terdengar, Walhasil kami tidak jadi keliling kampung karena mengingat wife dirumah belum dimatikan. Sudah menjadi kebiasan jika hujan turun bersama petir akan selalu menganggu wife atau bahkan lebih parah membuat wife rusak jika tidak dicabut stock kontaknya dari listrik.
Salah satu masalah untuk kami yang tinggal dekat dengan laut, jika hujan berserta petir selalu ternganggu sinyal untuk berkomunikasi.
Harap – harap cemas, karena nyakbaye baru teringat belum menyediakan postingan untuk di publish di YPTD, alhamdullilah walaupun hati cemas dengan hujan dan petir masih sempat membuat tulisan singkat untuk menjadi pengingat bahwa karena literasi nyakbaye merasa ada dan siap menyemarakkan website TYPD dengan celoteh Nyakbaye.***














