Langkah Mengatasi Writer’s Block
Beberapa langkah penting yang harus kita lakukan agar bisa mengatasi Writer’s Block adalah ‘Ketahui penyebabnya.’

Foto: by ditta
Penyebab dan Solusi Mengatasi Writer’s Block
Dengan mengetahui terlebih dahulu penyebabnya, kita bisa lebih fokus mencari solusinya.
Lalu, apa saja penyebab ‘writer’s block’?
Penyebab ‘writer’s block’ mengacu pada kamus Oxford:
1. Mencoba metode/topik baru dalam menulis
Mencoba metode baru dalam menulis, dipermulaan pasti kita akan merasa kekurangan inspirasi dalam menulis, nah inilah kita sedang mengalami WB, namun jiga kita teguh pada komitmen dengan cara ‘mencari bahan bacaan tambahan,’ maka WB yang terbentuk bisa segera kita hancurkan. Atau seperti yang kita tunjukkan tadi ‘menulis cepat’ ditantangan menulis wayang.
Ini bagus sekali. Karena itu membuktikan kita sudah mampu menghancurkan tembok penghalang yang menghalangi kita untuk menulis.
Tak hanya topik baru,
Misal jika kita terbiasa menulis karya tulis ilmiah. Kemudian diminta membuat puisi. Keduanya tentu memiliki metode penulisan yang berbeda.
Bagi yang belum terbiasa, tentu akan mengalami kesulitan saat harus menulisnya.
Pada kasus ini, mempelajari teknik dan banyak berlatih menulis merupakan solusi terbaik untuk meminimalkan dampak WB.
2. Penat
Otak dan tubuh kita bukan mesin, toh?
Maka ketika penat, beristirahatlah sejenak, cari ruang dan udara segar, lakukan hal-hal yang membahagiakan. Refresh kembali hati dan pikiran kita sehingga kita bisa mendapat inspirasi baru. Last but not least …
3. Perfeksionis
Terlalu perfeksionis itu bisa mematikan kreativitas.
Ada pepatah yang mengatakan ‘perfectionism kills creativity.’
Saat menulis, orang yang perfeksionis mungkin akan berpikir apakah kalimatnya sudah tepat? Apakah ada kaitan dari paragraf satu ke paragraf lainnya? dsb.
Atau ketika seseorang pernah sangat populer dengan tulisannya. Misal postingan di blog yang baca hingga ratusan bahkan ribuan. Menerbitkan buku hingga best seller. Nah, yang seperti ini pun bisa jadi terjebak dalam lingkup perfeksionis. Tulisan sebelumnya booming, yang sekarang tentu harus booming juga. Harus laku juga. Harus banyak yang baca juga. Kekhawatiran seperti itu justru bisa membuat WB nempel lebih lama pada kita.
Jika ini terjadi, maka ingatlah kembali ‘alasan awal kita menulis, tujuan kita menulis, masa-masa saat kita merintis menjadi seorang penulis.’
Menurut bu Ditta dari beberapa artikel dalam/luar negeri yang pernah ia baca, sebetulnya vaksin terbaik untuk WB adalah ‘bahagia.’ WB adalah sinyal bahwa pikiran kita sedang penat.

Foto: by ditta
Maka cara untuk mencegahnya ya tentu saja ‘jangan sampai penat’, ‘santai saja’ dan berbahagialah.’
Rangkuman Tanya Jawab:
💦Cara efektif dan cerdas mengatasi WB ala bu Ditta ‘Melakukan hobi kita sendiri, misal jalan-jalan di lingkungan dekat rumah dan membaca buku ringan seperti novel.’
💦Mengatasi WB agar tidak terlalu lama dengan banyaknya aktivitas berpikir, salah satu yang bisa dicoba adalah ‘gunakan golden Time’ saat menulis. ketahui golden Time kita, dan menulislah di saat itu untuk menghindari WB
💦Pada dasarnya, WB yang menimpa setiap orang akan berbeda. Maka penanganannya pun akan berbeda. Yang lebih tau kelebihan dan kekurangan diri, sesungguhnya adalah diri kita sendiri. Maka cara paling efektif untuk menghindari WB adalah dengan mengenali diri sendiri. Menemukan titik-titik sumber kebahagiaan sehingga WB akan jauh dari kita.
💦WB dalam dunia menulis itu ibarat sebuah siklus sebetulnya. Ketika kita bisa menyelesaikan WB tahap pertama, maka akan ada WB tahap berikutnya. Karena pasti tantangan dalam menulis akan selalu ada.
Penyebab WB bisa saja sama, tapi dengan kadar yang berbeda.
💦WB karena masalah perfeksionis menurut bu Ditta tidak perlu menurunkan standar selama kita masih bisa menguasai keperfeksionisan kita. Memasang standar tertentu untuk tulisan kita tentu hal yang baik. Hanya saja, kita harus selalu mawas diri agar tidak tenggelam dalam sikap perfeksionis tersebut. Tetapkan standar sambil terus bergerak.
💦Mengubahoutline merupakan salah satu cara untuk mengatasi WB. Tapi, jika mengubah outline justru mendatangkan WB, mungkin kita harus periksa kembali. Jika masalah bisa diatasi dengan menambah referensi, maka ayo baca. Namun, jika terkait teknis, sebaiknya minta untuk dikoreksi kembali.
💦WB sebetulnya bisa terjadi di awal, tengah maupun akhir tulisan kita.
💦Dalam menulis, terkadang kita harus membutakan diri dengan segala kaidah agar tulisan kita bisa rampung.
💦Jika tulisan kita tidak teratur, Bisa itu karena biasa. Dalam menulis pun sama. Asalkan kita konsisten menulis. Menambah jam terbang kita dalam menulis, dengan sendirinya ketidakteraturan menulis, tulisan yang tanpa arah, dan kesalahan-kesalahan lain akan berkurang.
Mengapa? Karena setiap kita menulis, setidaknya kita akan melakukan self editing. Melakukan refleksi baik sadar/tidak. hal tersebut akan menjadikan kualitas tulisan kita semakin baik.
Kesimpulan:
Setiap penulis bisa mengalami Writer’s Block, tidak hanya penulis pemula. WB adalah sinyal bahwa fikiran kita sedang penat. Durasi WB pada setiap orang/kondisi berbeda-beda tergantung penyebabnya dan seseorang bisa menyikapinya, maka kondisi WBnya pun akan cepat teratasi. Trik ampuh mengatasinya jangan sampai penat, santai, dan berbahagialah.
Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin
Teh Elis dan ceu Lilis,
Kak Apay naik BB,
Menulis terus menulis,
Awas jangan sampai WB.
Kak Sulis juga naik BB,
De Yasin juga bu Ilah,
Saat menulis kena WB,
Vaksin ampuh Bahagialah.
Ciamis, 3 Februari 2022
LY belajar menulis 🤗🤗







