Tangisan Langit

Fiksiana, Puisi18 Dilihat

Ketika dunia terdiam dalam sepi,

tangisan langit jatuh membasuh bumi,

seolah ikut merasakan rindu yang tak sempat bersemi.

 

Angin membawa bisik-bisik kenangan,

menyusuri dedaunan yang enggan melepaskan musim.

Setiap tetes hujan adalah doa yang tak bersuara,

mengetuk jendela hati yang lama terkunci.

 

Barangkali rindu memang tak selalu meminta temu,

ia hanya ingin dikenang tanpa harus dimiliki.

 

Sebab yang benar-benar menetap,

bukan jejak kaki di jalan pulang,

melainkan jejak kasih di dalam ingatan.

 

Dan ketika mentari kembali menyapa ufuk,

kita belajar bahwa setiap kehilangan

selalu menyisakan harapan.

 

Karena langit tak pernah menangis selamanya,

dan hati yang sabar akan menemukan pelanginya di hatinya.

 

Dalam hujan, 17 Juni 2026

Tinggalkan Balasan