Semua yg ada pada nya hanya kebaikan ,tidak ada celah kejelekan bagi dia,Dia terlalu baik,dia terlalu istimewa,dari dulu sampai sekarang.Sifat keikhlasan dari dia benar2 tulus,dia pengasih,dia penyayang,sayang dia padaku benar benar tulus,sayang dia padaku benar2 ikhlas.Robb..dicintai dia,di Sayangi adalah hal teristimewa dalam hidupku,Dicintai dan di Sayangi Anugrah terindah dalam hidupku…
Ketulusannya telah teruji,dan dia tunjukkan pada 2 tahun pernikahan kami.Saat itu Kami konsul ke dokter spesialis kandungan,dan vonis dokter mengatakan ada gangguan sperma ,hingga menyebabkan kami sulit untuk mempunyai anak..
“Dek,kalau memang adiek ingin punya anak,abang ikhlas koq adek tinggalkan” katanya..Aku,bagaikan di sambar petir mendengar ucapannya,”Abang,pernikahan bahagia itu tidak lantas bahagia karena di anugrahi seorang anak,tidak bang,apalah artinya hadir seorang anak,bila hidup kita tidak tentram,Abang adalah anugrah untuk adek bang,mencintai abang,Taat kepada abang InsyaAllah akan dapat pahala..
Dia itu sungguh manusia kuat,manusia penyabar,bagaimana tidak,Vonis dokter untuknya yg tak bisa punya keturunan,penyakit osteo astristis yg di deritanya selama bertahun2 yg menyebabkan kakinya bengkak,timbulnya bendol2 di sekitar kakinya,sehingga sulit untuk berjalan,bayangkan,kalau tidak minum obat dia tidak bisa berjalan,selalu punya semangat tinggi ,terlebih2 demi aku yg dengan susah payah setiap hari mengantarkan ku pulang pergi mengajar,bahkan kemana saja,halaqoh,dan agenda lainnya.
Kata2 yg menjadi penguatku dalam menjalani hari,yg sebenarnya sering jadi kenyataan,sungguh…Tak ada celah keburukan untuk dia,dia yg tidak banyak menuntut,dalam makanan,makan apa saja dia mau,asal halal,tidak banyak permintaan kalau makan,katanya,kalau aku yg masak,semua makanan yg ada di rumah makan kalah koq,katanya,bukan dia memujiku,begitulah ungkapan kejujuran dari dia,pernah makan nasi pakai kuah garam saja makan nya sudah lahap koq,atau cabai ,bawang,di iris2 saja campur air garam,makan nya subhanallah nikmatnya,melihatnya makan demikian,kayak seperti makan shop daging kesukaannya.
Dia sering bilang
“Dek,makanan itu buikan karena mewah dan lezat nya baru enak,tapi makanan enak itu,enak menurut kita,bukan makan rendang,baru enak,atau makanan mewah lainnya bukan dek”Makanan seperti ini sudah eanak luar biasa bagi Abang..Begitulah dia,dia gak susah di urus,dalam hal pakaian lagi.
“Bang,baju abang,masak ini2 saja,adek belikan ya?di ganti ya Bang?
Katanya,”Dek,pakai baju itu bukan karena cantiknya,tapi enak di pakai,jadi kalau adek beli baju untuk abang jangan karena mahal,tapi yg enak abang pakai,seperti baju ini,katanya yg suka pakai baju yg di pakainya.
Kalau untuk makanan,pakaian dia itu tidak susah di urus,bahkan di rumah pun dia tak banyak menuntut koq.
Waktu istirahat ya istirahat,aku tidak di perbolehkan bekerja kalau waktunya istirahat.Pulang sekolah selesai sholat zuhur waktunya tidur,aku tak boleh mengerjai pekerjaan rumah,walau rumah berantakan aku harus tidur siang,juga kalau istirahat malam,kalau sudah jam tidur ,aku tidak boleh larut dalam pekerjaan ku ,misal nya aku masih asik dengan tugas sekolah,dia paling marah demikian,katanya jangan sampai badan kita jadi korban karena pekerjaan,karena sakit itu mahal dek…
Begitulah dia ikhlas,sayang padaku melebihi dirinya sendiri.Bukan bukan nya ingin mengenang dia terus tapi apa yg terlihat dari dia,pribadi dia yg ikhlas luar biasa bisa kita jadikan contoh.Tiada lain..
Memang pribadi sesorang tidak sama,bukan harus mengharuskan pribadi yg sama kelak pada calon pendampingku,tapi setidak nya apa yg ada pada nya bisa dijadikan conton buat pribadi kita masing masing…







