HGN Ku Tung Widut Hari ini 25 November 2021. Hari Guru Nasional. Ku ukir sebuah karya. Wayang Modern untuk Meningkatkan Pemahaman Teks Negosiasi. Karya dari sekian karya yang Selengkapnya
penerbit andi
Senja yang Tercipta
Senja yang Tercipta Tung Widut Langit jingga memandang pada alam Semburat sinar yang menerobos diantara awan sore Sungguh indah Allah memberi lukisan Membuat mata memandang tak berkedip Memuja sang pencipta Selengkapnya
Senja Itu Bersamaku
Senja Itu Bersamaku Tung Widut Langit jingga temaram Tanah basah bekas tesiram ait hujan menyapa Mengagumi dari lubuk hati Merayu agar tka ditunggalkan Rindu mendalam terhadap warna semburat Terlalu sulit Selengkapnya
Jejak Hujan
Jejak Hujan Tung Widut Mata mulai menggeliat Perlahan lerlihat tersenyum Alam menyapa Selamat pagi katanya Hawa sejuk terasa bersama terbukanya cendela kamar Terlihat tanah menghitam basah Rata alam bekas aliran Selengkapnya
Catatan Mimpi
Catatan Mimpi Tung Widut Melihatmu tanpa ragu Kekaguman atas kelebihan Tak tahu namanya Iri ataukah ketidakberdayaan atas diri Ku catat ketidakberdayaan sebagai mimpi Akan perjuangkan sampai tak ada kata Selengkapnya
Riuh Pagi
Riuh Pagi Tung Widut Mata oerlahan terbuka Serasa berat di pelupuk mata Hati bahagia ingin menimati keindahan alam Kicau burung terdengar jelas Bersahutan aneka suara Ayam dengan lantang memanggil matahari Selengkapnya
Senja Tanpa Tanda
Senja Tanpa Tanda Tung Widut Detak jarum jam mendekati angka lima Sama keduanya Menerawang ke ufuk barat Semua kelabu tak tak ada yang istimewa Angin semilir pasi Meniup dedaunan mengkilap Selengkapnya
Dalam Mimpi
Dalam Mimpi Tung Widut Malam beranjak sepi Dekur menambah senyap setiap detak waktu Ku rebahkah ragaku di atas kasur empuk Sederetan doa terucap Ya Alllah lelapkan tidurku dengan segala anugrahMu Selengkapnya
PUDAR
Pudar Tung Widut Kuatan tlah dikeluarkan Dengan segala doa yang terucap Waktu diluangkan Tak ada hasil yang diraih Mencoba kembali antara pasir di laut Terbentur ombak yang menyesakkan Bergulih dalam Selengkapnya
Terlau Pagi
Terlalu Pagi Tung Widut Embunbelum lagi hilang Menyambut menyari dengan menyibaknya dari jalanan Menuju bangku sekolah Yang telah menantinya Langkah pasti di pagi Berharap perta datang ke sekolah Kala pintu Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- …
- 26
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

















