Dokter Sahabat

Gaya Hidup, Kesehatan617 Dilihat

Dokter juga manusia. Ketika dilahirkan di muka bumi dokter pertamina (kata emak)  yang menolong anak bayi yang bernama Husin. Ketika sekarat hampir wafat kena infeksi di usia balita , kata emak lagi, dokter yang menyelamatkan si Husin atas perkenan Allah SWT.

Bersebab si Husin sering sakit sakitan, maka digantilah namanya oleh emak dan bapak menjadi Thamrin.  Dokter pula yang mengkhitan kan awak dan sepupu Khairul Anwar di Bajubang tetangga sebelah dari kampongku Tempino.

Kata (emak) lagi, dikau disunat dengan dokter biar “bagus” dan tidak infeksi mumpung bapakmu masih bekerja di pertamina, alias gratis. Ya dokter sangat lekat dengan kehidupan awak. Dokter itu ada di sekeliling keluarga baik dalam kapasitas seorang media ataupun dalam kapasitas tetangga, kawan sejawat, kawan sekantor, kawan main tenis  dan kawan di kompasiana.

Kebetulan awak di paksa  (emak } kuliah ke Palembang selepas SMA di Jambi   Niatnya seh mau masuk Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (UNSRI).  Tetapi takdir awak tak bolehlah jadi dokter, jadi mitra  dokter saja yaitu paramedis.

Dokter juga manusia, dia bisa tersenyum dan juga bisa marah. Tapi sejujurnya kawan kawan yang diterima di Fakultas Kedokteran adalah kawan  jenius.  IQ nya di atas rata rata.  Mereka bisa menghapal nama latin tulang belulang anatomi manusia secara ngelotok.

Belajar tekun, kutu buku dan ngak sempat pacaran di usia nya. Tingkat stress dokter juga luar biasa, mulai dari magang (co ass) di rumah sakit (dengan resiko dimarahi seniornya yang berlagak galak) sampai harus jaga malam nungguin pasien di ICU (di temani para medis tentunya).

Dokter karib Sekolah dokter lama.  ketika teman SMA nya di wisuda di Fakultas lain  setelah 8 semester kuliah merekapun wisuda di kasih gelas S.Ked. Tetapi tak bolehlah dokter muda praktek dulu , karena mereka harus mengambil profesi dokter.

Mengambil profesi dokter,  magang di hospital bisa memakan waktu paling singkat 2 tahun.  Jadi wajar saja menjadi dokter itu cape dan luar biasa perjuangan, kalau tidak kuat mental, drop out sudah menunggu di setiap semester.

Kawan awak banyak dokter.  Mereka baik baik setahu awak dan ya mereka sekali lagi sangat akrab. Nah kalaupun ada kawan dokter yang dipermasalahkan hukum, serta merta solidaritas teman sejawat mengemuka.  Biarlah semua ini berproses.

Dalam sejarah Indonesia mungkin ini baru pertama dokter turun ke jalan.  Khalayak wajib menyimak dokter juga manusia, mereka takut bersalah.  Mereka sudah berhati hati koq.  Layaknya semua profesi di  dunia ini selalu saja ada yang nakal dan bandel.

Mari kita sebut teman sejawat itu sebagai oknum. Itulah sebabnya hakim hakim di gaji pemerintah untuk menyeimbangkan hak dan kewajiban seperti yang tertera di UUD 45. Yes, kawan awak banyak dokter, demikian juga dengan sobat kompasianer.

Ada dokter jendral, ada dokter kombes dan ada dokter sipil.  Awak paham benar dengan profesi dokter, karena separuh hidup ini berteman akrab dengan dokter dengan segala tingkah uniknya.  Biasanya dokter tulisan tangannya  jelek susah dibaca dan singkat singkat saja di kertas resep.

Namun 2 dokter sejawat kompasianer tulisan bagus dan  panjang panjang dan isinya selalu nasehat kesehatan  Siapa dia sobat dokter di sekeliling kompasinaer kalau  bukan Dokter Posma Siahaan dan Dokter Irsyal Rusyad.

Awak sakit gigi pergi ke dokter, lutut awak bergeser karena kebanyakan tenis, dokter ortoped kasih nasehat dan obat.  Ojo nghoyo maen tenesnya boss…… inget umur,..hohohohoho. Terima kasih pak dok karib.

  • Salamsalaman
  • YPTD

Tinggalkan Balasan