Menjalin silaturahim dengan sahabat atau teman baik kedua orang tua.

Terbaru, YPTD13 Dilihat

Menjalin silaturahim dengan sahabat atau teman baik kedua orang tua

 

Dalam Islam, berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain) tidak terputus meskipun mereka telah meninggal dunia. Salah satu bentuk bakti yang sangat ditekankan adalah menjalin silaturahim dengan sahabat atau teman baik kedua orang tua.

Berikut adalah dalil hadist yang menjadi landasan utama kewajiban atau anjuran tersebut:

Hadist EHadist yang paling shahih dan eksplisit mengenai hal ini diriwayatkan oleh Imam Muslim:

  1. Hadist Riwayat Muslim

ﺇِﻥَّ ﺃَﺑَﺮَّ ﺍﻟْﺒِﺮِّ ﺃَﻥْ ﻳَﺼِﻞَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ اﻫْﻞَ ﻭُﺩِّ ﺃَﺑِﻴْﻪِ ﺑَﻌْﺪَ ﺃَﻥْ ﻳُﻮَﻟِّﻲَ*”Sesungguhnya termasuk kebaikan yang paling utama adalah seseorang menyambung tali silaturahmi dengan teman-teman bapaknya setelah ia meninggal dunia.”* (HR. Muslim, no. 2552).

+1

  1. Hadist Riwayat Bukhari (dalam Adabul Mufrad)

“Barangsiapa yang ingin menyambung tali silaturahmi bapaknya di makamnya, hendaknya menyambung tali silaturahmi dengan saudara-saudara bapaknya setelah si bapak meninggal dunia.”.

Penjelasan dan Konteks (Al-Qur’an & Hadist Terkait)

Penerus Silaturahmi: Sahabat orang tua dianggap sebagai “bagian” dari orang tua kita yang tersisa. Meneruskan silaturahmi dengan mereka adalah cara menghormati dan menghargai kenangan orang tua.

Bentuk Bakti Tertinggi: Hadist tersebut menyebutnya sebagai abarrul birri (kebajikan yang paling utama/tinggi).

Islami[dot]coIslami[dot]co +1

Hadist Teman Umar bin Khattab: Abdullah bin Umar pernah bertemu dengan seorang Arab Badui, lalu dia melepaskan serbannya untuk diberikan kepada orang tersebut. Saat ditanya, ia menjawab bahwa ayah orang Badui itu adalah teman Umar bin Khattab (ayah Abdullah) dan ia mendengar Rasulullah bersabda tentang menyambung hubungan baik dengan sahabat ayah.

 

Cara Mengamalkan

  1. Berkunjung dan Bersilaturahmi: Menziarahi mereka secara langsung, terutama jika mereka masih hidup.
  2. Berbuat Baik dan Memuliakan: Menerima mereka dengan baik, membantu jika mereka dalam kesulitan, dan menghormati mereka sebagaimana menghormati orang tua sendiri.
  3. Mendoakan: Menyebutkan sahabat orang tua dalam doa kebaikan.

BincangSyariahBincangSyariah +4

Kewajiban ini menunjukkan bahwa Islam menjunjung tinggi adab dan hubungan sosial, tidak hanya dengan keluarga dekat (nasab), tetapi juga dengan jaringan persahabatan yang dibangun oleh orang tua.

  • Salam Takziem
  • BHP 24 April 2026
  • Thamrin Dahlan

 

Tinggalkan Balasan

News Feed