Pembukaan Konkerkab I PGRI Majalengka: Dorong Inovasi dan Kreativitas Guru Menuju Daerah yang Lebih Maju

DR. WIJAYA KUSUMAH, M.PD

guru6 Dilihat

Menuju Majalengka Langkung Sae: Konkerkab I PGRI Tegaskan Peran Strategis Guru dalam Pembangunan Pendidikan

Majalengka, 24 April 2026 — Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Majalengka resmi dibuka pada Jumat (24/4/2026) dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang kuat. Mengusung tema “PGRI Penggerak Inovasi dan Kreativitas Menuju Majalengka Langkung Sae”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Bertempat di aula pertemuan yang dihadiri ratusan anggota PGRI dari berbagai kecamatan di Majalengka, acara pembukaan berlangsung khidmat namun tetap hangat. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Majalengka, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala BKPSDM, Sekretaris Jenderal PB PGRI, serta Wakil Ketua I PGRI Provinsi Jawa Barat yang hadir mewakili Ketua PGRI Jawa Barat.

Apresiasi dan Harapan Ketua PGRI

Sambutan pembukaan diawali oleh Ketua PGRI Kabupaten Majalengka yang menyampaikan sejumlah apresiasi kepada pemerintah daerah. Ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Majalengka atas perhatian besar terhadap kesejahteraan guru, khususnya dengan menghadirkan kembali insentif bagi guru yang sebelumnya sempat ditiadakan.

“Ini adalah bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap guru. Kami sangat mengapresiasi langkah tersebut,” ujarnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan yang terus menjalin kolaborasi aktif dengan PGRI dalam meningkatkan kualitas guru serta sarana pendidikan di Majalengka. Selain itu, Kepala BKPSDM turut diapresiasi karena telah mempermudah proses kenaikan pangkat dan jabatan bagi para guru.

Lebih lanjut, Ketua PGRI Kabupaten Majalengka menyampaikan harapan besar kepada Bupati untuk mendukung pembangunan gedung baru PGRI yang lebih representatif. Hal ini dinilai penting mengingat jumlah anggota PGRI di Majalengka saat ini telah mencapai lebih dari 10.000 orang.

“Kami berharap adanya gedung baru yang layak, agar PGRI dapat lebih optimal dalam mengembangkan potensi anggota,” tambahnya.

Bupati Tekankan Peningkatan Lama Sekolah

Dalam sambutannya, Bupati Majalengka memberikan apresiasi tinggi kepada PGRI yang selama ini konsisten berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan.

“PGRI adalah mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Majalengka langkung sae, khususnya di bidang pendidikan,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti data dari Badan Pusat Statistik yang menunjukkan bahwa rata-rata lama sekolah di Majalengka masih berada di bawah 9 tahun. Hal ini menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama.

“PGRI harus ikut berperan aktif dalam meningkatkan angka lama sekolah. Ini penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya.

Terkait usulan pembangunan gedung PGRI, Bupati menyatakan komitmennya untuk memprioritaskan hal tersebut dengan menawarkan tiga opsi solusi yang akan dibahas lebih lanjut. Sementara itu, terkait insentif guru, ia berharap ke depan dapat terus ditingkatkan sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.

Program Geber: Sekolah Bersih Setiap Jumat

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan pentingnya budaya kebersihan di lingkungan sekolah. Ia menginstruksikan agar setiap sekolah di Majalengka melaksanakan Gerakan Kebersihan (Geber) setiap Jumat pagi sebagai bagian dari program pemerintah daerah.

“Gerakan ini harus menjadi budaya. Sekolah yang bersih akan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan sehat,” katanya.

Program Geber ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan sekolah-sekolah di Majalengka yang lebih baik, sejalan dengan visi Majalengka Langkung Sae.

Penegasan Sinergi dari PGRI Jawa Barat

Wakil Ketua I PGRI Jawa Barat yang hadir mewakili Ketua PGRI Provinsi Jawa Barat menegaskan pentingnya kolaborasi antara PGRI dan pemerintah. Ia menyampaikan bahwa guru memiliki nilai strategis yang sangat tinggi di tengah masyarakat, sehingga harus mampu menjadi mitra aktif pemerintah dalam menyukseskan berbagai program pembangunan.

“Nilai jual guru di masyarakat sangat tinggi. Oleh karena itu, PGRI harus terus bersinergi dengan pemerintah, termasuk dalam membantu menyebarluaskan dan menyukseskan program-program pemerintah,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kekuatan utama PGRI terletak pada jumlah anggotanya yang besar serta perannya yang langsung bersentuhan dengan masyarakat melalui dunia pendidikan.

Momentum Strategis untuk Masa Depan

Sementara itu, Sekjen PB PGRI dalam sambutannya menegaskan bahwa Konkerkab bukan sekadar agenda rutin, tetapi forum penting untuk merumuskan program kerja yang relevan dengan perkembangan zaman.

Ia mendorong seluruh anggota PGRI untuk terus berinovasi, meningkatkan kompetensi, serta memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran.

Konkerkab I PGRI Majalengka yang berlangsung selama dua hari, 24–25 April 2026, diharapkan menghasilkan program kerja yang konkret dan berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan.

Berbagai isu strategis dibahas dalam forum ini, mulai dari peningkatan kompetensi guru, penguatan literasi digital, hingga kesejahteraan tenaga pendidik.

Penutup

Pembukaan Konkerkab I PGRI Kabupaten Majalengka menegaskan bahwa kolaborasi antara guru dan pemerintah adalah kunci utama dalam membangun pendidikan yang berkualitas. Dengan semangat Menuju Majalengka Langkung Sae, seluruh elemen pendidikan diharapkan mampu bergerak bersama menciptakan masa depan yang lebih baik.

Dari Majalengka, pesan itu kembali digaungkan: guru harus terus berinovasi, berkolaborasi, dan menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tinggalkan Balasan