Wisata Reliji ke Masjid Istiqlal

Terbaru, YPTD31 Dilihat

 WISATA RELIGI KE MASJID ISTIQLAL

Thamrin Dahlan YPTD

Alhamdulillah, segala puji dan syukur ke hadirat Allah SWT. Niat untuk melaksanakan muhibah dan wisata religi ke Masjid Istiqlal Jakarta akhirnya terwujud. Rencana ini sesungguhnya telah disusun jauh hari sebelumnya sebagai bagian dari menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Momentum pergantian tahun hijriah menjadi saat yang tepat untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat silaturahmi keluarga.

Bersama istri tercinta Hj. Enida Busri, Ananda Amalia Muflihat, serta adinda Erlida Busri, pada Selasa 16 Juni 2026 yang bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah, kami tiba di Masjid Istiqlal sekitar pukul 10.15 WIB. Kehadiran di masjid terbesar di Asia Tenggara itu menghadirkan rasa haru dan bangga. Bangunan megah yang menjadi simbol kemerdekaan bangsa Indonesia tersebut tampak indah dan menyejukkan hati.

Tujuan utama kunjungan kami adalah menunaikan Shalat Zuhur berjamaah. Selain itu, kami juga ingin melihat secara langsung dan melewati Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta. Terowongan tersebut telah menjadi simbol kerukunan dan toleransi antarumat beragama yang membanggakan Indonesia di mata dunia.

Namun, niat untuk memasuki terowongan itu sementara belum dapat terlaksana. Menurut petugas yang berjaga, akses ke Terowongan Silaturahmi saat ini belum dibuka untuk umum. Pengunjung yang ingin masuk harus terlebih dahulu mengajukan permohonan kepada pengelola atau Khadimul Masjid Istiqlal. Meskipun demikian, kami tetap bersyukur dapat melihat langsung lokasi pintu masuk terowongan yang selama ini sering diberitakan.

Kami pun mendekati area pintu masuk dan mengabadikan momen melalui beberapa foto dokumentasi sebagai kenang-kenangan. Seorang petugas bercerita bahwa sehari sebelumnya Presiden Prabowo Subianto baru saja mendampingi Presiden Jerman melewati terowongan tersebut. Informasi itu semakin menambah rasa kagum kami terhadap keberadaan Terowongan Silaturahmi yang kini menjadi ikon persaudaraan lintas agama.

Insya Allah, niat untuk melewati terowongan itu tetap kami jaga. Mudah-mudahan pada kesempatan berikutnya kami dapat berkunjung kembali bersama keluarga besar dalam jumlah yang lebih banyak. Dari kawasan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur menuju Masjid Istiqlal ternyata tidak terlalu jauh. Perjalanan hanya memerlukan waktu sekitar 40 menit sehingga cukup mudah dijangkau untuk kegiatan wisata religi keluarga.

Kunjungan ini juga menghadirkan kesan mendalam bagi adinda Erlida Busri. Dengan penuh rasa syukur ia mengungkapkan bahwa setelah lebih dari 40 tahun bermukim di Jakarta, baru kali inilah ia berkesempatan mengunjungi Masjid Istiqlal. Padahal sebelumnya ia telah menunaikan ibadah dan shalat di Masjidil Haram serta Masjid Nabawi. Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa nikmat Allah SWT hadir dalam berbagai bentuk dan waktu yang telah ditetapkan-Nya.

Semoga perjalanan singkat namun penuh makna ini menjadi bagian dari amal kebaikan di awal Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, umur yang berkah, dan kesempatan kepada kami untuk terus memakmurkan masjid serta mempererat silaturahmi. Insya Allah, pada hari-hari besar Islam berikutnya kami akan kembali bermuhibah ke Masjid Istiqlal, masjid kebanggaan umat Islam Indonesia dan warga Jakarta.

Salam Literasi.
Alhamdulillah Wasyukurillah.

 

 

Tinggalkan Balasan