Sedia Payung Sebelum Hujan

Terbaru11 Dilihat

Sedia Payung Sebelum Hujan

Peribahasa Melayu “Sedia Payung Sebelum Hujan” mengajarkan kebijaksanaan untuk selalu mempersiapkan diri sebelum datangnya kebutuhan, ujian, atau kesulitan. Orang yang bijaksana tidak menunggu persoalan tiba baru mencari jalan keluar, melainkan telah berikhtiar sejak awal. Dalam kehidupan seorang muslim, sikap ini merupakan wujud kehati-hatian, kedisiplinan, dan tanggung jawab terhadap setiap amanah yang diberikan Allah SWT.

Hari Jumat adalah hari yang dimuliakan Allah SWT. Ketika azan berkumandang, setiap muslim yang memenuhi syarat diperintahkan meninggalkan kesibukan dunia untuk memenuhi panggilan-Nya. Persiapan menuju Salat Jumat dimulai dengan membersihkan diri, mengenakan pakaian yang terbaik, memakai wewangian, berangkat lebih awal ke masjid, dan menyiapkan hati agar mampu mengikuti khutbah dengan khusyuk. Semua itu merupakan gambaran nyata makna “Sedia Payung Sebelum Hujan”.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah: 9)

Ayat ini mengajarkan bahwa seorang mukmin hendaknya mendahulukan panggilan Allah daripada urusan dunia. Kesiapan memenuhi panggilan tersebut merupakan tanda ketakwaan dan kecintaan kepada ibadah.

Selain itu, Allah SWT juga mengingatkan agar setiap manusia mempersiapkan bekal untuk masa depan. Firman-Nya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok…” (QS. Al-Hasyr: 18). Ayat ini tidak hanya berbicara tentang kehidupan akhirat, tetapi juga mengajarkan pentingnya perencanaan, ikhtiar, dan evaluasi diri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Pemandangan di Masjidil Haram menjadi pelajaran yang sangat indah. Jutaan jamaah dari berbagai penjuru dunia datang memenuhi panggilan Allah dengan persiapan yang matang. Mereka telah menempuh perjalanan jauh, menyiapkan bekal, menjaga kesehatan, serta mempersiapkan hati untuk beribadah di hadapan Ka’bah. Semua itu menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah ibadah tidak terlepas dari persiapan yang sungguh-sungguh.

Peribahasa ini juga mengandung pesan yang lebih luas. Persiapkan ilmu sebelum mengajar, persiapkan kejujuran sebelum memimpin, persiapkan tabungan sebelum masa sulit, persiapkan kesehatan sebelum usia senja, dan yang terpenting, persiapkan amal saleh sebelum menghadap Allah SWT. Orang yang membiasakan diri bersiap sejak dini akan lebih tenang menghadapi setiap perubahan dan lebih siap menyambut rahmat-Nya.

Semoga pada Jumat, 10 Juli 2026 bertepatan dengan 25 Muharram 1448 Hijriah, kita semua menjadi pribadi yang senantiasa mempersiapkan diri untuk setiap kebaikan. Datang lebih awal ke masjid, menyambut Salat Jumat dengan hati yang bersih, serta menjadikan setiap amal sebagai bekal menuju kehidupan akhirat. Sebab, sebagaimana pesan luhur peribahasa Melayu, “Sedia Payung Sebelum Hujan”, orang yang mempersiapkan diri dengan iman, ilmu, dan amal akan lebih siap menghadapi setiap ujian serta lebih dekat memperoleh ridha Allah SWT.

Salam Literasi. Salam Persaudaraan. Salam Keberkahan.

 

Tinggalkan Balasan