Selamat Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026

Motto Resmi Hari Anak Nasional ke-42 tahun 2026 ;
Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan
Makna: Kasih sayang yang diberikan dengan tulus kepada anak akan melahirkan generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli merupakan momentum bagi seluruh keluarga untuk meneguhkan kembali Tanggung Jawab dalam mendidik, melindungi, dan mencintai anak.
Dalam khazanah Melayu dikenal petuah, “Kasih Sayang Membawa Tuah.” Peribahasa ini mengandung pesan bahwa kasih sayang yang disertai pendidikan dan keteladanan akan menjadi keberkahan bagi keluarga dan masa depan bangsa.
Anak bukan sekadar penerus keturunan, melainkan amanah Allah SWT yang wajib dipelihara dengan penuh cinta.
Al-Qur’an menegaskan bahwa anak adalah perhiasan kehidupan dunia. Allah SWT berfirman,
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia…” (QS. Al-Kahfi: 46).
Namun, kemuliaan anak tidak hanya diukur dari keberadaannya, melainkan dari bagaimana orang tua membimbing mereka menuju iman, ilmu, dan akhlak yang mulia.
Kasih sayang sejati bukanlah memanjakan, tetapi mendidik dengan kelembutan, ketegasan, dan doa yang tidak pernah putus.
Nasihat Luqman kepada putranya dalam QS. Luqman ayat 13–19 menjadi teladan sepanjang zaman. Di sana diajarkan tauhid, berbakti kepada orang tua, mendirikan salat, mengajak kepada kebaikan, menjauhi kesombongan, dan berbicara dengan lemah lembut.
Pendidikan keluarga yang dimulai dari rumah akan membentuk anak menjadi pribadi yang beradab dan bertanggung jawab.
Dalam peradaban Melayu, anak dibesarkan dengan adab lebih dahulu daripada ilmu. Anak diajarkan menghormati orang tua, menyayangi yang lebih muda, menghargai guru, menjaga tutur kata, dan memuliakan tamu.
Pepatah Melayu mengingatkan bahwa budi bahasa adalah pakaian yang paling indah. Anak yang tumbuh dengan sopan santun akan membawa harum nama keluarga di mana pun ia berada.
Di era digital, tantangan pengasuhan semakin besar. Anak membutuhkan perhatian, dialog, dan keteladanan lebih daripada sekadar pemberian materi atau gawai. Orang tua hendaknya menjadi sahabat, pendidik, sekaligus teladan dalam kejujuran, disiplin, gemar membaca, dan bijaksana menggunakan teknologi.
Literasi keluarga merupakan benteng yang kuat menghadapi pengaruh negatif zaman.
Hari Anak Nasional hendaknya menjadi gerakan bersama. Keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah perlu bersinergi menciptakan lingkungan yang aman, sehat, ramah, dan penuh kasih bagi setiap anak.
Anak yang tumbuh dalam suasana penuh cinta akan memiliki rasa percaya diri, kepedulian sosial, serta semangat untuk menggapai cita-citanya.
Peribahasa “Kasih Sayang Membawa Tuah” mengajarkan bahwa kasih sayang yang dibingkai dengan iman, ilmu, dan adab akan melahirkan generasi emas yang berakhlak mulia.
Semoga setiap anak Indonesia tumbuh menjadi insan yang bertakwa, berilmu, berbudi pekerti luhur, serta mampu menjaga nilai-nilai peradaban Melayu yang santun dan luhur.
Pantun Melayu
Anak bermain di tepi laman,
Burung berkicau di dahan tua.
Didiklah anak penuh keimanan,
Kelak menjadi cahaya keluarga.
“Anak adalah amanah Allah. Didik dengan kasih sayang, kuatkan dengan ilmu, hiasi dengan adab, dan iringi dengan doa. Dari keluarga yang beradab lahirlah bangsa yang bermartabat.”
Salam Kasih Sayang
BPP, 23 Juli 2026











