Tak Kenal Maka Tak Sayang

Serial Peribahasa Melayu

Serial Peribahasa Melayu

Tak Kenal Maka Tak Sayang

https://images.openai.com/static-rsc-4/yBwVq28B6BE9u-yHiMUcRi6FuARfc9gKoj2wqUVPp7QrD1syVsaXv4uN0MMLLc115b_i0LDDVFtYnGd6Ur_B9IQEjkUo6KiI49YAZPJ9-IOFx9IdXW6SCYshsA1e0Wc-D8LG30DRXO9rq0jnSiPLs9myB55Oncsh3hC7eWNc4FZuUuNh8zH7-nujyziKuLav?purpose=fullsize
https://images.openai.com/static-rsc-4/I_dD1w4hlALNYIKTGysORQPGAmZnwyUXmGzjbAblKAMLEPzVdlKowEX8PEV8tKNs_hvHIIdqjy3ehF6zJcZDvnjwzyF04fAHxj5PEH_ZsAKZYFomgZW-cF4H41q4IIPHX2NAfhM64kFT2fkK1haTTZ5T97JWz8syKxcxjyXQJ_11Scu2am-wsG5l3MUUHZG9?purpose=fullsize
https://images.openai.com/static-rsc-4/v_uzZKD47WqBQOhZv-MN0u2d1cHJtYcDyEkNXVn-vRsgYSHYcYuzptLOlNnNFM9fQh8kk-sEtrqsxJ5MUZSvqjTda6Nbh3iCh7K5bX_gQNeKDQYgpnfV-mYDlFL9mKxR8zan2SHXDnWlsnIoYd_D5RyamOL2KmSwiOUdjQiaP_JlXwAX5mGFa2xNd1GjKCWD?purpose=fullsize
5

Makna Peribahasa

Peribahasa “Tak Kenal Maka Tak Sayang” mengajarkan bahwa rasa hormat, persahabatan, dan kasih sayang lahir dari proses saling mengenal. Ketidaktahuan sering melahirkan prasangka, sedangkan perkenalan membuka pintu pengertian. Semakin dekat seseorang mengenal pribadi, budaya, dan pemikiran orang lain, semakin besar peluang tumbuhnya rasa saling menghargai.

Dalam kehidupan bermasyarakat, peribahasa ini menjadi pengingat agar kita tidak mudah menilai seseorang hanya dari penampilan, suku, agama, profesi, maupun latar belakangnya. Setiap manusia memiliki kisah kehidupan yang berbeda. Dengan membuka ruang dialog dan silaturahmi, kita membangun persaudaraan yang kokoh di atas rasa saling percaya.

Rumah Adat Betawi menjadi simbol keterbukaan masyarakat Jakarta yang sejak dahulu menerima berbagai suku dan budaya untuk hidup berdampingan. Keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang memperindah persatuan bangsa. Dari saling mengenal lahirlah saling menghormati; dari saling menghormati tumbuh rasa saling menyayangi.

Dalam dunia literasi, peribahasa ini memiliki makna yang mendalam. Membaca adalah cara mengenal dunia, sedangkan menulis adalah cara memperkenalkan diri kepada dunia. Buku menjadi jembatan yang mempertemukan penulis dan pembaca, meskipun keduanya belum pernah berjumpa. Dari lembar demi lembar tulisan lahirlah kedekatan batin, penghargaan terhadap gagasan, dan persahabatan yang melampaui ruang dan waktu.

Marilah kita membiasakan diri untuk mengenal sebelum menilai, mendengar sebelum menyimpulkan, dan memahami sebelum menghakimi. Dengan demikian, persaudaraan akan semakin erat, kehidupan menjadi damai, dan semangat persatuan tetap terpelihara.

Pantun Melayu

Rumah Kebaya tampak berseri,
Warisan Betawi sepanjang masa.
Tak kenal jangan membenci,
Sudah mengenal tumbuh cinta.

Salam Literasi

Thamrin Dahlan – YPTD

“Membaca Menambah Ilmu, Menulis Mengabadikan Peradaban.”

Tinggalkan Balasan