Masjid Jami’an-Nur: Jejak Pengabdian dan Memakmurkan Masjid
Sebuah prasasti yang terpampang di Masjid Jami’an-Nur, Asrama Polsek Ciracas, Jakarta Timur, menjadi saksi perjalanan pembangunan tempat ibadah yang penuh makna.
Prasasti tersebut diawali dengan ungkapan,
“Dengan Redha dan Rahmat Allah SWT, Jumat, 22 Juli 2005, bertepatan dengan 15 Jumadil Akhir 1426 H, telah diresmikan menara Masjid Jami’an-Nur yang dibangun selama 90 hari.”
Menara masjid tersebut memiliki keistimewaan tersendiri karena dibangun dengan desain arsitektur yang mengambil inspirasi dari Menara Masjid Nabawi di Madinah.
Keindahan arsitektur itu bukan sekadar menghadirkan kemegahan sebuah bangunan, tetapi juga menjadi simbol kecintaan kepada Rasulullah Nabi Muhammad SAW dan kerinduan kepada Kota Madinah.
Prasasti tersebut mencatat H. Thamrin Dahlan, SKM., Kombes Pol, NRP 52070100, sebagai Khadimul Masjid, sebuah sebutan yang mengandung makna pengabdian dan pelayanan terhadap masjid.
Al-Qur’an memberikan penegasan tentang pentingnya memakmurkan masjid. Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 18:
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut kepada siapa pun selain kepada Allah.”
Ayat ini mengajarkan bahwa memakmurkan masjid bukan hanya membangun gedungnya, tetapi terutama menghidupkannya dengan salat, ibadah, ilmu, zikir, doa, dan berbagai amal kebajikan.

Rasulullah Nabi Muhammad SAW juga memberikan kabar gembira bagi orang yang membangun dan memakmurkan masjid.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.
Karena itu, pembangunan menara Masjid Jami’an-Nur hendaknya tidak berhenti sebagai kenangan sejarah, tetapi menjadi pengingat agar masjid terus dihidupkan oleh jamaah, generasi demi generasi, dengan kegiatan ibadah dan kemaslahatan umat.
Kini prasasti tersebut menjadi rekam jejak pengabdian yang memiliki nilai sejarah dan spiritual.
Semoga Masjid Jami’an-Nur senantiasa makmur oleh salat berjamaah, bacaan Al-Qur’an, zikir, majelis ilmu, doa, dan kegiatan sosial yang bermanfaat.
Semoga setiap orang yang pernah berkontribusi terhadap pembangunan dan kemakmuran masjid ini mendapatkan pahala yang terus mengalir sebagai amal jariyah, dan semoga Allah SWT menjadikan kita semua hamba yang mencintai, menjaga, serta memakmurkan rumah-rumah-Nya.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Salam Takziem
Bhp 16 Agustus 2026
Thamrin Dahlan






