Mukjizat Keberadaan Buku
Bagi saya dan juga teman teman penulis keberadaan buku adalah sebuah mukzijat literasi. Sebuah keajaiban baru saya sadari setelah merenung panjang di usia 74 tahun ini. Bahwa dari seorang anak kampung kelahiran Tempino Jambi 7 Juli 1952, yang 30 tahun mengabdi di Polri sebagai Direktur Pasca Rehabilitasi BNN, bisa bertransformasi menjadi penjaga lentera literasi, itu adalah mukjizat.
Mukjizatt pertama saya syukuri adalah warisan tulisan. Saya begitu bahagia memperoleh kemampuan menulis sebagai warisan dari Ibunda tercinta Hj. Kamsiah binti Sutan Mahmud, perempuan Minang yang mengajarkan saya merangkai kata dengan hati. Dari beliaulah saya belajar bahwa pena itu bukan untuk melukai, tapi untuk merangkul. Itulah yang menjadi cikal bakal Pena Kawan
Mukjizat kedua adalah saya dianugerahi kemampuan untuk memiliki rumah literasi sendiri, Penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD). Bukan karena saya hebat, tapi karena ada Amanat. Amanat dari Uni saya, Letkol Pol (P) Hj. Husna Dahlan, SH, Notaris di Bogor, penggagas berdirinya YPTD. Uni berpesan:
“Adik ku Thamrin, engkau sudah menerbitkan beberapa buku di Penerbit Leutika Prio. Kini YPTD Uni harap bantu teman-temanmu penulis menerbitkan buku.”
Itulah Amanat Bundo Kandung yang kami sekeluarga besar laksanakan hingga kini. Subhanallah Uni Husna Dahlan Yang Juga Bundo Kanduang meng – Infaq – kan hartanya untuk penerbitan 200 Judul Buku,
Buku buku di terbitkan diawal berdiri YPTD untuk para penulis terutama Bapak Ibu, Guru yang bermukim di Seluruh Indonesia.
“Adikku Thamrin bahagiakanlah teman teman penulismu agar mereka memiliki buku. Uni sediakan dana untuk menerbitkan 200 judul buku validasi ISBN. Mencetak Buku sampai ongkos kirim.”
Saya menangis terharu demikian pula anak keponakan Uni Bimbing di kediaman Taman Cimanggu Bogor. Alangkah Sholehnya Uni ku . Teriring doa saemoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan melimpahkan rahmah karunia untuk Almarhum Ayahanda Haji Dahlan bin Affan, Ibunda Almarhumah Hj Kamsiah binti Sutan Mahmud dan Almarhumah Uni Hj Husna Dahlan. Aamiin Ya Tabbal Alamiin
- Pergi ke Tempino membawa pena pusaka,
- Warisan Bundo Kamsiah cahaya hati,
- Mukzijat buku sungguh sangat luar biasa,
- Dari tiada buku menjadi saksi abadi.
Buku adalah bukti kehadiran. Kami pegiat Literasi selalu berpegang pada filosofi:
- Buku Muara Tulisan,
- Buku Mahkota Penulis.
- Buku Ikat Pengetahuan dan Pengalaman dalam Buku agar abadi sepanjang masa.
- Buku bukti kehadiran kita di muka bumi. Apabila tidak dibukukan, semua pengalaman akan hilang seperti debu.
Kami juga memegang tangga keabadian literasi: Semua berawal dari kegemaran membaca maka anda akan mengenal dunia, Kemudian menulislah maka anda akan di kenal dunia. Setelah itu kumpulan tulisan diikat menjadi buku, maka anda akan di kenang selamanya di dunia.
Untuk menjaga kemuliaan buku itu, saya berpedoman Motto Menulis 3 Pena kepada sahabat penulis YPTD:
- Pena Sehat yang menyehatkan jiwa raga,
- Pena Kawan yang merangkul dan memotivasi,
- Pena Saran yang memberi solusi bagi bangsa.
Dalam hidup dan kehidupan patutlah berpegang pada keyakinan pamungkas yang menenangkan jiwa:
- Biarlah tulisanmu itu membela dirinya sendiri.
- Biarlah bukumu itu mengikuti takdirnya.
Kita berupaya menulis jujur dan menerbitkan ikhlas, selebihnya biarlah Allah yang mengatur takdir buku itu berjalan.
Keyakinan itu terbukti mukjizat. Saya sangat yakin Buku validasi ISBN tersimpan abadi di Perpustakaan Nasional. Karena disiplin itu, pada tahun 2024 YPTD menerima Penghargaan Perpusnas sebagai Penerbit Patuh dan Taat Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Buku-buku kita abadi di Perpusnas Jl. Medan Merdeka Selatan Jakarta.
- Ke Bogor bertemu Uni Husna Dahlan,
- Notaris bijak penggagas YPTD mulia,
- 417 telah terbit, 83 menyusul pelan,
- Menuju 500, Literasi Indonesia Raya Berjaya
Mukjizat itu berlanjut. Hingga Agustus 2026, dari amanat Uni Husna, YPTD telah melahirkan 417 judul buku ber-ISBN. Buku-buku karya saya sendiri 54 Judul, bahkan buku buku itu telah terkoleksi di beberapa Perpustakaan Manca Negara.
Puncak kebahagiaan ketika buku Prabowo Presidenku (karya saya ke 16 Terbit 2013) mendapat kemuliaan terpajang abadi di Galeri Presiden RI ke-8 di Gedung Perpustakaan Nasional Jl. Merdeka Selatan Jakarta .
Kini mukjizat itu akan kami lipat-gandakan. Program 83 judul buku karya teman-teman akan diterbitkan sebagai hadiah ultah ke 7 YPTD 19 Agustus 2027. InshaAllah terwujud 500 judul buku. Moto Program 83 Buku ini: Literasi Indonesia Raya Berjaya.

Makna Luar Biasa Menerbitkan Buku. Mengapa menerbitkan buku itu luar biasa dan menjadi mukzijat? Karena ketika Anda menerbitkan buku, Anda sedang melawan lupa. Anda sedang mengubah nasib tulisan yang tadinya tercecer di HP dan laptop menjadi pusaka keluarga.
Satu buku yang terbit atas nama Anda, akan membuat anak cucu Anda bangga, akan membuat nama Anda tetap disebut 100 tahun lagi di rak Perpusnas, padahal raga Anda sudah tiada. Itulah keajaibannya.
Penutup Mukzijat. Maka menerbitkan buku bukan soal hebat-hebatan. Ia adalah ibadah literasi. Dari seorang purnawirawan polisi yang mewarisi pena dari Ibunda Hj. Kamsiah, kini saya bisa membantu teman teman memiliki mahkota. Alangkah bahagianya.
Telah bergabung teman teman penulis untuk mensukseskan Program 83 Judul Buku. Terima kasih semoga terwujud kerja ikhlas Literasi kita dalam upaya berperan serta mencerdaskan kehidupan anak bangsa.
InshaAlla Program 83 Judul Buku YPTD saya menerbitkan 3 judul buku. 50 Peribahsa Melayu, Komunitas Geragam TD dan Literasi Bundo Kanduang.
Literasi Indonesia Raya Berjaya
- Salam 83 Buku Literasi!
- Kombes Pol (P) H. Thamrin Dahlan, SKM, M.Si
- Selasa 25 Agustus 2026
- YPTD – Dukuh Kramatjati, Jakarta Timur








