Cita – Cita di Kawal Malaikat

YPTD491 Dilihat

Setiap  bertemu dengan anak keponakan dan cucu selalu pertanyaan pertama yang awak ajukan tentang cita cita. Senin, 24 Desember 2018 bertepatan dengan ulang tahun ke 78 Bundo Kanduang Petokayo 3 orang cucu dengan tegas menjawab

“Aril mau jadi Boss”

Awak terperangah.  Baru kali ini mendengar seorang pemuda mengatakan bahwa pekerjaan masa depan yang di cita cita kan  menjadi Boss.  Biasanya jawaban anak anak tidak lari dari polisi, guru, dokter, insinyur dan profesi lainnya.  Aril putra Ade Erdana dan Icong adalah cucu dari Almarhum Uda Erdwan Syaridin. Berusia 18 tahun kini kuliah jurusan manajemen di Tanggerang Jawa Barat.

Taman Cimanggu Bogor kediaman Uni Husna Darwis binti Haji Dahlan sepertinya sudah menjadi rumah gadang bagi kami kaum petokayo.  Betapa tidak rumah yang besar hari itu nyaris penuh dengan sanak saudara yang memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada tuan rumah Hj Husna Dahlan Bundo Kanduang sibiran tulang merangkap shahibul bayt dan shahibul hajad

Ketika acara utama selesai kami ngobrol bergerombol.  Ada yang diruang tengah, ruang depan, di serambi dan juga ada yang sedang shalat di lantai 2.  Awak bercengkerama dengan Bunga, Aril dan Nadia.  Dalam kapasitas sebagai seorang Datuk ada rasa tanggung jawab moral menyapa para cucu ini terkait dengan masa depan mereka.

Bunga mantap ingin menjadi seorang notaris meneruskan generasi sebelumnya dari keluarga kami yaitu Ibu Husna dan Marlisa Syahir SH, MKn.  Nadia pertama menjawab cita cita mau masuk surga. Kami kaget tetapi setelah awak tanya lebih lanjut terkait kehidupan di dunia ternyata putri Erlangga (Boy) ingin menjadi dokter.

Cita cita atau katakanlah sebuah mimpi harus jelas diucapkan tanpa ragu.  Itulah satu ungkapan yang sangat di sukai para Malaikat karena makhluk Allah SWT ini akan mengawal setia setiap cita cita anak manusia  sampai terwujud.  Awak pun merasa  heran kenapa diri ini bisa sampai ke Hongkong berkali kali dan belahan dunia lainnya. Eropa, TimurTengah, Asia dan Australia  Ternyata setelah di ingat – ingat dahulu ketika masa kecil di Tempino acap menyebut Hongkong.  Ajaib memang.

Mulailah keluar kebiasaan awak memberi nasehat layaknya seorang dosen.

“Aril tahu tentang 2 pasal menyangkut professi Boss?

3 orang cucunda saling menatap, juga beberapa sanak saudara yang mengikuti pembicaraan kami.

Bunga  (Putri Suzie Erdwan) Alumni Fakultas Hukum Universitas Pancasila menjawab Pasal 2 tetapi lupa lupa ingat apa isi pasal 1.

Aril terdiam,  dia menyimak dengan serius celoteh Sang Datuk yang baru pertama kali bertemu bersebab tinggal di Medan.   Cita cita menjadi Boss, cocoklah untuk  Aril yang mengambil jurusan menajemen.  Bisa jadi Boss itu diterjemahkan sebagai Manajer, Komandan, Kepala, Ketua, Direktur atau  apalah namanya pokoknya pekerjaan memimpin.  Boss menjadi atasan  memiliki bawahan dalam mengatur pekerjaan guna mencapai visi dan misi organisasi.

Awak mulai mendestkripsikan 2 pasal yang sangat populer di dunia internasional  terutama pada perusahaan berbasis bisnis.

Pasal 1

Boss tidak pernah salah

Pasal 2

Seandainya Boss salah maka kembali ke Pasal 1.

Tiga orang cucu mengangguk ngangguk  dan mohon penjelasan lebih lanjut.

“makna filosofis dari 2 pasal itu adalah jangan melawan atau membantah Boss”

Pada posisi  sebagai anak buah dimanapun anda bekerja hormatilah  Boss.  Walaupun terkadang anda melihat kebijakan si Boss agak nyeleneh bin aneh atawa tidak masuk akal maka tetap saja anda wajib berikan acungan 2  jempol sembari mengatakan. inilah yang dinamakan dedikasi dan loyalitas.

“ luar biasa ide Boss sangat briliyant, amazing”

Aril sedikit protes

“lho kalau begitu kita ngak punya pendirian dong, Datuk”

Awak tersenyum mendengar semangat idealis seorang pemuda,  cucu bertubuh tinggi serta  berkaca mata karena banyak membaca.  Perlu kesabaran menjelaskan strategi bagaimana menjadi anak buah sukses berdasarkan pengalaman 30 tahun bekerja.

“ begini Aril, kita beruntung di takdirkan menjadi orang Minangkabau. Lihatlah bagaimana kiat sukses Para Tokoh Nasional seperti Bung Hatta, Mr Muhammad Yamin.   Agus Salim, Buya Hamka serta tokoh Sumatera Barat lainnya”

Para tokoh tersebut belum pernah mengatakan “tidak” ketika berkomunikasi dengan orang lain bahkan dengan orang yang tidak sepaham. Inilah cara diplomasi turun menurun leluhur Minangkabau yang harus terus kita dawamkan dalam urusan dunia.

“ jadi bagaimana strategi diplomasi nya Datuk,

Bunga kelihatan semakin penasaran.  Aril  dan Nadia  bergeser mendekatkan tempat duduk menatap serius  wajah Sang Datuk. Sebelum menjelaskan awak tegaskan agar  pesan ini di cam kan serta aplikasikan dalam hidup sehari hari ketika kalian sudah bekerja nanti .  Pake bahasa minang.

“iyo in di urang laluin di awak”

Bunga, Aril dan Nadia sedikit bingung. Anak anak ini memang berdarah minang tetapi lahir di kota besar. Bisa jadi mereka tidak terlalu paham bahasa padang,  walaupun dirumah acap juga mendengar Ibu dan Ayahnya mengecek logat minang. Awak merasa perlu menjelaskan perihal ini sebagai satu wasiat dari Ibunda Hajjah Kamsiah Binti Sutan Mahmud ketika dahulu tahun 1970 akan merantau  dari Tempino Jambi ke Palembang terus ke Jakarta.

Secara sederhana makna dari “iyo in di urang laluin di awak” adalah strategi menejemen tangguh dalam menunjukkan kecerdasan kita kepada Pak Boss.   Artinya setiap ide ide Boss jangan pernah di bantah apalagi didepan umum.  Berilah apresiasi kepada Beliau dengan satu ungakapan:

“Ide Boss sangat bagus untuk perkembangan perusahaan kita namun akan lebih sukses apabila ide itu kita lengkapi dengan…..”

Nah kemudian masukkan ide ide anda dalam koridor keahlian (modal anak buah harus professional memiliki science, skill dan attitude) melengkapi ide sang Boss. Lihat saja nanti justru ide ide andalah  yang lebih banyak diterapkan.   Insha Allah melalui strategi ini siapapun dan apapun posisi anak buah so  pasti anda di sukai Boss Besar dan  ada jaminan karier terus menanjak.

Sesungguhnya diatas boss ada boss lain bertingkat sampai ke jenjang Big Boss.   Satu saat anda akan jadi Boss, tersenyumlah ketika nanti  ada anak buah memakai jurus iyo in di urang laluin di awak.

Selain itu ingat ada Maha Boss yaitu  Allah SWT.  Kepada Allah hanya satu strategi yaitu  penghambaan total. Jangan lagi dipakai filosofi minang itu, biso durhako awak basabab lupo diri, sombong jo takabur.  Taat saja sepenuhnya mutlak kepada Allah SWT tanpa reserve.   Laksanakan semua perintah Agama dan jauhkan diri terhadap semua larangan.  Itulah yang disebut sebagai orang Ber Iman dan Ber Taqwa

3 orang cucu mengangguk entah paham atau malah bingung.   Pasti mereka penasaran dan akan mencari kebenaran celoteh Datuk di google,  apakah benar atau hoax.  Paling tidak awak sudah menggugurkan kewajiban memberikan nasehat kepada anak cucu  dalam kuliah singkat 1 SKS disertai doa semoga bermanfaat bagi masa depan Aril, Bunga dan Nadia.

Berharap bermakna pula untuk anak keponakan yang membaca tulisan ini.

Salam Literasi

BHP 271220

YPTD

Tinggalkan Balasan

3 komentar