Suara kompang sayup sudah terdengar, aku yang menjadi pendamping mempelai wanita sangat dengan mempelai lelaki yang katanya teman kami sewaktu kecil. Sudah lebih dari seperempat abad kami berteman, tapi hanya Selengkapnya
Cerpen
Jodohku Tetanggaku (End)
Sejak pulang dari undangan tadi, aku mencoba mencari informasi tentang Intan. Tapi sepertinya Bunda berusaha menghindariku. Waktu berlalu malam menjelang, rasa kesalku kepada Bunda bertambah ketika Bunda mengatakan tidak jadi Selengkapnya
Jodohku Tetanggaku (1)
Netra dengan tatapan teduh itu selalu memukauku, bukan karena penampilannya yang sexy menarik perhatianku tapi Mungkin ini yang katanya, jodoh setiap ada dirinya maka ada diriku. Warna baju yang kontrak Selengkapnya
Panen Sakit Hati (End)
Entah kapan yang aku tahu setelah menenguk segelas teh jahe aku terlelap menjelang magrib, mengucek mata yang masih merasa mengantuk aku memandang jam dinding di kamar, sudah isya. Ya allah Selengkapnya
Panen Sakit Hati (2)
Demi intregitas aku menjalankan motorku menuju sekolah, tak peduli dengan bajuku yang kotor tapi hatiku bersih dan tulus untuk mendidik anak bangsa. Ah lega rasanya setelah memakirkan motorku pada tempat Selengkapnya
Panen Sakit Hati (1)
Perkenalkan namaku Sarah Binti Usman, gadis melayu tapi bukan gadis melayu terakhir karena itu hanya judul dari sebuah drama Negara tetangga Malaysia. Aku keras kepala, sangking keras kepala aku paling Selengkapnya
Juru Kunci (3)
Air bening masih mengalir, susah payah aku menahanya tapi masih saja keluar. Nanar mataku melihat jasad Emak di masukkan ke dalam peristirahatannya terakhir. Setelah jasad Emak tertutup tanah tangisku pecah Selengkapnya
Juru Kunci (2)
Sesekali aku mendengar suara gemeretuk gigi Emak menahan sejuk yang mencekam, rapal doaku terus mengema dalam hati semoga hujan cepat berlalu. Dan Alhamdulillah hujan mulai mereda hanya tinggal rasa dingin Selengkapnya
Juru Kunci (1)
Menatap titik air yang mencari celah untuk menumpang di dalam rumah, hatiku merasa teriris melihat kondisi rumah yang jauh dari layak untuk dihuni. Tapi kenyataan ini tidak bisa aku pungkiri Selengkapnya
Karena Aku Overthingking (End)
Aku memijit tenguk Bang Ezra sambil memberikan minyak angin untuk meredakan mualnya, setelah merasa agak baikan Bang Ezra memilih untuk mandi untuk membuang bau muntah yang menyengat. Aku menuju keluar Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- …
- 93
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
















