Saat kaki melangkah Sedikit bergegas menuju masjid Ponsel ku berdering Memaksaku menghentikan langkah kaki ku Saat itu, jumat siang Menerima panggilan yang mengagetkan “Wah pak Thamrin Dahlan meneleponku” benarkah Selengkapnya
Fiksiana
Katakan
Katakan Tung Widut Tak tahu Langkah antara batu terjal Harus mencari sela Antara waktu dan kesungguhan Haruskah mencari Bayangan di balik kata Samar terdengar tanpa kejujuran Menunggumu kembali ke Selengkapnya
Dimana Aku?
Dimana Aku? Karya : Sim Chung Wei Mengarungi lautan ilusi terjebak Dalam realita semi berdiri di atas hal yang tak pasti berusaha menjadi kenyataan palsu Kesadaran Yang terguncang mempertanyakan jati Selengkapnya
Kamu
Kamu Tung Widut Kamu Jauh dari mataku Tertambah di relung hati Selalu terlihat dipelupuk mata Gundah di buatnya Dari pandangan Tanpa kata Hanya senyum Rasa itu ada Kamu Membuat Selengkapnya
Tumbuh Semakin kuat
Tumbuh Semakin kuat Karya : Sim Chung Wei Di kesempatan hidup yang hanya sekali Bangkit menjadi manusia kuat memang perlu proses panjang berulang kali jatuh bangkit lagi dan semakin kuat Selengkapnya
Bulan Sempurna
Bulan Sempurna Tung Widut Bila malam tiba Mendongaklah ke atas Tuhan memberi bola terindah Melambung bundar di malam berbintang Lihatlah padaku Titik hina Hanya mampu meminta Kesempurnaan lengkap dengan Selengkapnya
Lara Menusuk
Lara Menusuk Tung Widut Hati terdalam Ditikam Luka menganga sakit terasa Kataku Ucapku Harapku Hanya berlalu Kembalilah padaku Pada ibumu Surgamu Tambatan akhir
Menua Bersama
Walau lebar langkah kita tak sama Aku pastikan tujuan kita sama Walau kita terlihat tak seirama Aku pastikan lagu kita merdu terdengar Begitu banyak aral melintang Kita selalu berhasil Selengkapnya
Sayap-sayap Malaikat
Sayap-sayap Malaikat Karya : Sim Chung Wei Putih bersih tak bernoda terentang lebar bersinar menambah serasi pesonanya cahaya tubuhnya berpendar Merentangkan sayapnya memberikan harapan membangkitkan asa menghapus keraguan Setiap helai Selengkapnya
Rasa Seorang Ibu
Rasa Seorang Ibu Tung Widut Rindu itu tak salah meletak Terus menggelayut setiap saat Mengkhawatirkan anaknya Layak tak pernah dewasa Ibu itu selalu merindu Lewat doa terucap Meminta dan berharap Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- …
- 383
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.







