Untuk Selamanya

Puisi, Terbaru, YPTD348 Dilihat

Untuk Selamanya
Tung Widut

Sekian laksa sebuah perjuangan
Rengekan manja sampai air mata di pelaminan
Kau tuntun demi meraih kebahagian
Bercucur teringat sudah biasa
Doa setiap detik tanpa terjeda
Lupakan duka yang tersimpan tak terilhat

Semua sudah tertata dengan kehidupanya
Tak kurang suatu apa tanda sejahtera
Hanya mengunjungimu setiap saat
Tanpa mampu membalas jerih payah perjuangan

Terukir indah tahapan hidup yang dijalani
Tak mampu ditepis usia tak lagi dini
Kebahagiaan bukan hanya sekedar janji
Benar telah ada sampai kini

Cerita kini telah usai
Hanya tangis yang menyertai
Kepergiaan harus diterima dengan iklas hati

Senyum yang terus terngiang
Dari bayangan yang utuh teringat

Tak ada lagi senyumu
Tak ada lagi petuahmu
Tak ada lagi tuntunanmu

Semua tinggalah cerita
Tak eornah hilang di telan masa
Abadi turun pada anak cucunya

Seandainya aku bisa menggenggam nyawa
Tak mungkin ku lepas sebegitu saja
Tetap ku genggap dengan setiap helaan nafas
Tapi itu hanya bualan dan khayalan
Semua tinggal takdirnya
Semua tinggal menerima
Semua cerita tentangnya

Tinggalkan Balasan