Tangisan Alam

 

Tangisan Alam
Tung Widut

Datang terlalu dahsyat
Tiga hari tiga malam datang tak diudang
Mencurahkan isi hati dan segala yang dipunya
Mendinginkan suasana dalam sekejap
Rintik menjadi deras
Air membasahi semua yang tak tersekat

Detik demi detik
Jam pun lerlewati
Irama hujan tak lagi mengubah irama
Tetap deras mendera di atas dedaunan

Air yang yadi membasahi
Mengalir mencari tempat ternyaman
Ke tempat terendah sebagai tujuan
Genangan mulai membentuk kubang

Setelah sekian kekawatiran
Air mulai sejajar dengan bibir sungai
Langit pun semakin menangis dalam gelap
Berderai sampai keesokan

Kala mata terbelalak menjelang subuh
Air menggenang
Hijaunya tanaman di sawah terlihat
Petani meratap dalam sedih
Agung yang sedianya panen sebulan lagi
Hilang sudah harapan kini

 

Tinggalkan Balasan