Resensi Buku edustory ners

DR. WIJAYA KUSUMAH, M.PD

BUKU8 Dilihat

Resensi Buku EduStory Ners di Indonesia

Mengungkap Wajah Kemanusiaan di Balik Seragam Putih

Di balik setiap pasien yang sembuh, ada tangan-tangan penuh kasih yang bekerja tanpa lelah. Di balik setiap ruang perawatan, ada sosok yang siaga siang dan malam, menguatkan harapan ketika keluarga mulai kehilangan semangat. Sosok itu adalah perawat. Sayangnya, pengabdian mereka sering kali luput dari perhatian masyarakat. Buku “EduStory Ners di Indonesia” karya Ardiansyah hadir untuk mengubah cara pandang tersebut dengan menghadirkan kisah yang hangat, inspiratif, dan sarat makna.

Sejak melihat sampulnya, pembaca langsung disuguhkan gambaran seorang perawat muda yang berdiri tegap dengan latar Monumen Nasional dan berbagai aktivitas pelayanan kesehatan. Sampul ini bukan sekadar indah dipandang, tetapi menjadi simbol bahwa profesi perawat adalah bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia. Pesan yang ingin disampaikan sangat kuat, yakni bahwa perawat bukan hanya tenaga kesehatan, melainkan pahlawan kemanusiaan yang hadir di setiap fase kehidupan manusia.

Keunggulan utama buku ini terletak pada cara penulis menyajikan materi. Ardiansyah tidak hanya menyampaikan teori tentang dunia keperawatan, tetapi membungkusnya dalam bentuk EduStory, perpaduan antara edukasi dan cerita. Pendekatan ini membuat pembaca merasa sedang mendengarkan kisah nyata yang mengalir, bukan membaca buku pelajaran yang kaku. Bahkan pembaca yang tidak memiliki latar belakang kesehatan pun dapat menikmati setiap halaman dengan mudah.

Buku ini mengajak pembaca menelusuri perjalanan panjang profesi perawat, mulai dari sejarah perkembangan keperawatan, perubahan peran dari masa ke masa, hingga tantangan yang dihadapi perawat modern di Indonesia. Penulis memperlihatkan bagaimana profesi ini berkembang menjadi salah satu pilar utama dalam pelayanan kesehatan.

Yang membuat buku ini berbeda adalah keberhasilannya menampilkan sisi kemanusiaan seorang perawat. Perawat digambarkan bukan sekadar petugas yang memberikan obat atau memeriksa kondisi pasien, tetapi sebagai pribadi yang mampu menghadirkan harapan, memberikan ketenangan, dan menjadi sahabat bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit. Buku ini juga menggambarkan bagaimana seorang perawat harus menyeimbangkan kehidupan pribadi dengan panggilan profesinya, termasuk ketika menjadi relawan dalam situasi bencana dan bekerja sama dengan berbagai profesi kesehatan.

Ardiansyah juga mengajak pembaca melihat profesi perawat dari perspektif yang lebih luas. Ia membandingkan penghargaan terhadap perawat di berbagai negara sekaligus menyoroti tantangan yang masih dihadapi tenaga keperawatan di Indonesia. Pembahasan ini membuka wawasan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar profesi perawat memperoleh penghargaan yang layak sesuai pengabdiannya. Namun penulis tetap menyampaikan optimisme bahwa masa depan profesi perawat di Indonesia akan semakin baik apabila semua pihak memberikan dukungan.

Bahasa yang digunakan dalam buku ini ringan, komunikatif, dan penuh empati. Setiap bab mengalir dengan nyaman sehingga pembaca tidak merasa digurui. Justru sebaliknya, pembaca diajak merenung tentang arti pelayanan, pengorbanan, dan cinta kasih kepada sesama manusia. Nilai-nilai inilah yang menjadikan buku ini layak dibaca oleh mahasiswa keperawatan, dosen, tenaga kesehatan, siswa, guru, bahkan masyarakat umum.

Buku EduStory Ners di Indonesia bukan hanya cocok dijadikan referensi pembelajaran, tetapi juga sangat tepat dijadikan hadiah bagi mahasiswa keperawatan yang sedang menempuh pendidikan atau bagi para perawat yang telah mengabdikan hidupnya untuk melayani masyarakat. Membaca buku ini akan menumbuhkan rasa bangga terhadap profesi perawat sekaligus meningkatkan penghargaan masyarakat kepada mereka.

Saya meyakini buku ini memiliki potensi menjadi salah satu buku inspiratif tentang dunia keperawatan di Indonesia. Isinya bukan hanya memberikan ilmu, tetapi juga menyentuh hati pembaca. Setelah selesai membacanya, kita akan memahami bahwa di balik seragam putih yang sederhana terdapat semangat pengabdian yang luar biasa.

Saran untuk penulis, pada edisi berikutnya akan semakin menarik apabila ditambahkan kisah nyata para perawat dari berbagai daerah di Indonesia, pengalaman menghadapi pasien dalam situasi kritis, serta dokumentasi foto-foto kegiatan keperawatan. Penambahan tersebut akan membuat pembaca semakin merasakan denyut kehidupan seorang perawat di lapangan.

Sebagai penutup, saya mengucapkan selamat kepada Ardiansyah atas lahirnya karya yang sangat inspiratif ini. Semoga EduStory Ners di Indonesia menjadi bacaan wajib bagi siapa saja yang ingin memahami dunia keperawatan dari sisi ilmu sekaligus sisi kemanusiaannya. Buku ini layak dimiliki, dibaca, dan dibagikan kepada keluarga, sahabat, maupun rekan sejawat karena setiap halaman menghadirkan pelajaran berharga tentang dedikasi, empati, dan pengabdian kepada sesama.

Jangan lewatkan kesempatan memiliki buku inspiratif ini. Sangat cocok untuk mahasiswa keperawatan, dosen, tenaga kesehatan, guru, pelajar, dan masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat profesi perawat.

Pemesanan buku:
Omjay (Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd.)
WhatsApp: 08159155515

Tinggalkan Balasan