Undangan HUT YPTD ke-6

DR. WIJAYA KUSUMAH, M.PD

Berita3 Dilihat

Kisah Omjay di Milad ke-6 YPTD: Merawat Literasi, Menjaga Silaturahmi
Blog https://wijayalabs.com

Ada undangan yang terasa biasa ketika pertama kali membacanya. Namun, bagi saya, ada undangan yang justru mengingatkan bahwa perjalanan panjang dalam dunia literasi tidak pernah dilakukan sendirian. Salah satunya adalah undangan syukuran Milad ke-6 Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan atau YPTD.

Pada Minggu, 23 Agustus 2026, Sahabat Literasi Penerbit YPTD diundang untuk berkumpul dalam acara Syukuran Milad YPTD ke-6. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 11.00–14.00 WIB di Restoran Karimata Ikan Bakar Dalam Bambu, di samping Taman Mini Square, Jakarta Timur. Nama saya, Dr. Wijaya Kusuma atau yang lebih akrab dipanggil Om Jay, juga tercantum dalam daftar undangan tersebut.

Bagi saya, undangan ini bukan sekadar ajakan makan bersama. Di balik sebuah acara syukuran, ada perjalanan, perjuangan, persahabatan, dan semangat untuk terus membuat buku serta menyebarkan manfaat melalui tulisan. Dunia literasi memang tidak selalu ramai oleh sorotan. Kadang seorang penulis hanya duduk di depan laptop, mengetik kalimat demi kalimat, lalu berharap tulisannya bisa memberikan manfaat bagi orang lain.

Tetapi dari tulisan-tulisan sederhana itulah, sebuah gerakan besar bisa tumbuh.

Saya mengenal dunia literasi sebagai ruang yang mempertemukan banyak orang dengan latar belakang berbeda. Ada guru, penulis, dosen, praktisi, pegiat komunitas, dan sahabat-sahabat yang memiliki satu kesamaan: mereka percaya bahwa pengalaman akan lebih bermakna jika dituliskan dan dibagikan.

Karena itu, saya selalu percaya bahwa menulis bukan hanya pekerjaan menyusun kata. Menulis adalah cara meninggalkan jejak kebaikan.

Ketika seseorang menulis pengalaman mengajar, orang lain bisa mendapatkan inspirasi. Ketika seorang guru menuliskan praktik baiknya, guru lain dapat belajar. Ketika seseorang menuliskan perjalanan hidupnya, anak cucunya kelak dapat mengenal sejarah keluarganya. Dan ketika buku diterbitkan serta dibaca banyak orang, pengalaman pribadi bisa berubah menjadi pengetahuan bersama.

Enam tahun perjalanan YPTD menjadi momentum yang menarik untuk direnungkan. Undangan yang ditandatangani Pimpinan YPTD Thamrin Dahlan dan Bendahara YPTD Enida Busri tersebut mengajak Sahabat Literasi untuk hadir, bersilaturahmi, sekaligus mempererat kebersamaan dalam semangat literasi.

Saya membayangkan suasana pertemuan nanti. Ada wajah-wajah sahabat yang selama ini mungkin lebih sering saya jumpai melalui tulisan, pesan WhatsApp, atau media sosial. Ada pula sahabat yang sudah lama tidak bertemu. Pertemuan seperti inilah yang membuat gerakan literasi terasa hidup.

Sebab literasi bukan hanya soal buku.

Literasi adalah tentang manusia.

Buku memang menjadi salah satu hasil akhirnya, tetapi proses yang melahirkan buku jauh lebih penting. Ada keberanian untuk memulai menulis. Ada ketekunan menyelesaikan naskah. Ada proses membaca dan memperbaiki tulisan. Ada editor yang membantu. Ada penerbit yang memberikan ruang. Ada pembaca yang kemudian memberikan makna baru terhadap tulisan tersebut.

Saya sendiri merasakan betapa pentingnya ekosistem seperti ini. Sebagai guru blogger, saya sudah lama mengajak guru dan masyarakat untuk menulis. Pesan saya sederhana: menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.

Kalimat itu bukan sekadar slogan.

Menulis membuat kita lebih peka terhadap kehidupan. Ketika kita terbiasa menulis, perjalanan ke sekolah bisa menjadi cerita. Pertemuan dengan murid bisa menjadi inspirasi. Naik kendaraan umum bisa melahirkan renungan. Bahkan sebuah undangan menghadiri acara literasi pun dapat menjadi bahan tulisan.

Itulah keajaiban menulis.

Benda yang tampak sederhana bisa menjadi cerita yang bermakna ketika dilihat dengan hati.

Saya pun belajar bahwa silaturahmi merupakan bagian penting dalam perjalanan literasi. Kita mungkin bisa menulis sendirian, tetapi kita tidak bisa membangun gerakan literasi seorang diri. Dibutuhkan sahabat, komunitas, penerbit, pembaca, dan banyak tangan yang bekerja bersama.

Karena itu, Milad ke-6 YPTD layak dipandang sebagai sebuah momentum untuk bersyukur. Enam tahun bukan waktu yang sebentar. Ada kerja keras yang tentu sudah dilalui, ada buku-buku yang telah lahir, ada penulis yang berkembang, dan ada persahabatan yang terus dirawat.

Saya bersyukur nama saya tercantum sebagai salah satu undangan. Mudah-mudahan pada hari Minggu nanti saya dapat hadir, bertemu dengan para sahabat literasi, menikmati suasana kebersamaan, sekaligus menyerap energi positif dari orang-orang yang terus bergerak dalam dunia membaca dan menulis.

Bagi Om Jay, literasi adalah perjalanan panjang.

Tidak harus selalu dimulai dengan tulisan yang hebat. Mulailah dengan cerita yang jujur. Tuliskan apa yang kita lihat, rasakan, pikirkan, dan alami. Jangan menunggu menjadi penulis terkenal untuk mulai menulis. Justru dengan menulis secara konsisten, kita sedang membangun diri menjadi seorang penulis.

Saya berharap semangat seperti ini terus tumbuh. YPTD tidak hanya menjadi tempat lahirnya buku, tetapi juga menjadi ruang bertemunya gagasan, pengalaman, dan persahabatan. Semoga semakin banyak guru, orang tua, anak muda, dan masyarakat yang berani menuliskan kisahnya.

Sebab setiap orang sebenarnya memiliki cerita.

Hanya saja tidak semua orang mau menuliskannya.

Dan saya akan terus mengajak sahabat-sahabat semua untuk menulis. Jangan biarkan pengalaman baik hilang begitu saja. Jangan biarkan perjalanan hidup berlalu tanpa jejak. Abadikan dalam tulisan, karena tulisan yang baik dapat hidup jauh lebih lama daripada usia penulisnya.

Selamat Milad ke-6 Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan.

Semoga YPTD semakin maju, semakin kuat dalam mengembangkan gerakan literasi, semakin banyak melahirkan buku berkualitas, dan semakin luas memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.

Mari terus membaca.

Mari terus menulis.

Mari terus berbagi.

Karena dari literasi, kita belajar. Dari tulisan, kita berbagi. Dan dari silaturahmi, kita menguatkan perjalanan.

Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.

Tinggalkan Balasan