HUT RI ke-81: Laporan dari VVIP “Istana”

Terbaru, YPTD15 Dilihat

HUT RI ke-81: Dari VVIP “Istana” Sampai Lomba Anak-Anak

Thamrin Dahlan  

Saya dan mungkin juga Anda  tidak hadir di acara HUT RI ke-81 di Istana.  Namun tetap saja memposisikan diri layknya sebagai tamu VVIP. Cukup duduk didepan Televisi rumah. Bisa sedkit santai.  menghormati hari kemerdekaan tetap berpakaian rapi (jangan sarungan) namun boleh  sambil ngopi, sesekali wara-wiri ke dapur atau ke belakang.

Ketika Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan, tetap berdiri sikap sempurna. Seksama mendengar Naskah Proklamasi dibaca Presdiden Prabowo Subianto (tradisi baru biasa di baca Ketua MPR) Ikut mengheningkan cipta, lalu meng-amin-kan doa Menteri Agama. Bagi awak dan juga bapak, ibu saudara sekalian bisa merasakan suasana seperti di Istana Merdeka betapa khidmatnya dan nikmatnya kemerdekaan.

Sama seperti Abah Dahlan Iskan —entah menyaksikan langsung di Istana atau melalui layar televisi—tetap saja hati bangga melihat Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Latihan keras tidak mengkhianati hasil. Semua berlangsung mulus, nyaris tanpa error sedikit pun. Selamat untuk Paskibraka, para pelatih, pembina, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras. Kalian telah menunjukkan bahwa disiplin, ketekunan, dan kekompakan adalah modal penting menjaga kehormatan Merah Putih.

Perihal foto tiga orang warga negara yang viral, awak senyum-senyum saja. Toh, beliau tertawa bahagia, sementara di berbagai desa masih ada saudara-saudara kita yang mungkin hanya bisa tersenyum kecut menghadapi kehidupan. Syukurlah, syukurlah, kita masih diberi kesehatan dan ketenangan di tengah berbagai goncangan serta persoalan nasional. Kemerdekaan seyogianya bukan hanya tentang seremoni, tetapi juga tentang menghadirkan rasa aman, adil, dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia.

Satu lagi yang banyak berseliweran berita di media sosial adalah kehadiran istri Presiden Soekarno. Anda sudah tahu siapa beliau. Tetap cantik, mempesona, berwibawa, anggun, dan tentu saja segala pujian layak diberikan kepada Ibu Kita ini. Awak tak perlu menuliskan namanya.

Pamornya memang tak lekang oleh zaman. Oleh sebab itu, ojo dibanding-bandingkan dengan perempuan yang lain. Setiap perempuan memiliki keanggunan dan kisahnya sendiri. Gitu ajah.

Selepas meninggalkan “ruang VVIP” versi awak sekeluarga, kami menyaksikan anak-anak mengikuti berbagai perlombaan di lingkungan. Sponsor utama tentu saja Ketua RT dan Ketua RW, dengan semangat gotong royong warga. Anak-anak riang gembira, tertawa lepas, berlari ke sana kemari.

Hadiah mungkin sederhana, tetapi kebahagiaannya luar biasa. Begitulah wajah kemerdekaan yang sesungguhnya: rakyat berkumpul, anak-anak bermain, tetangga bersilaturahmi, dan semua pulang membawa senyum.

Mungkin anak-anak itu sendiri belum sepenuhnya menyadari bahwa Republik Indonesia kini telah merdeka selama 81 tahun. Mereka belum tentu memahami panjangnya perjuangan para pendahulu. Tetapi tawa mereka adalah tanda bahwa kemerdekaan harus diwariskan dalam suasana bahagia.

Tugas kita yang lebih tua adalah menjaga agar anak-anak tumbuh dalam negeri yang damai, berpendidikan, berakhlak, dan mencintai Merah Putih. Ingat-ingat nomornya: 81! Bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang sebuah bangsa.

Dan satu lagi: Naoko Nemoto, Ibu Negara Ratna Sari Dewi Soekarno. Paling tidak, hatipun senang menyaksikan sosok yang tetap anggun dan berwibawa di tengah perjalanan zaman.

Semoga Abah dan para sobat Perusuh disway.id juga tersenyum melihat warna-warni perayaan kemerdekaan dari Istana sampai kampung-kampung. Sebab pada akhirnya, kemerdekaan adalah milik kita semua—yang di Istana maupun yang ngopi santai di rumah, yang menyaksikan upacara maupun yang tertawa bersama anak-anak di lapangan.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka!

  • Salam-salaman.
  • BHP, 18 Agustus 2026
  • Thamrin Dahlan

Tinggalkan Balasan

1 komentar