Otn 2026 akan segera digelar di jicc senayan

DR. WIJAYA KUSUMAH, M.PD

Terbaru8 Dilihat

OTN 2026 Akan Kembali Digelar di Senayan, Saatnya Guru Informatika Bersiap

Kabar baik datang untuk para guru, peserta didik, dan pegiat teknologi pendidikan di Indonesia. Olimpiade Informatika dan KKA atau OTN 2026 direncanakan kembali digelar di kawasan Senayan, Jakarta, sekitar bulan Oktober 2026. Setelah sebelumnya menjadi ruang bertemunya guru, peserta didik, komunitas, dan pegiat informatika, OTN 2026 diharapkan dapat menghadirkan semangat baru dalam mengembangkan kompetensi digital di tengah perubahan teknologi yang berlangsung begitu cepat.

Bagi saya, OTN bukan sekadar sebuah kegiatan perlombaan. OTN adalah momentum untuk mempertemukan orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan informatika, koding, dan kecerdasan artifisial. Di sinilah guru dapat saling berbagi pengalaman, peserta didik dapat menguji kemampuan, dan komunitas dapat membangun jejaring yang lebih luas. Teknologi boleh berkembang dengan sangat cepat, tetapi manusia yang menggunakannya tetap harus belajar, berpikir kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.

Tahun 2026 menjadi tahun yang menarik karena Informatika dan Koding serta Kecerdasan Artifisial atau KKA semakin mendapatkan tempat penting dalam dunia pendidikan. Peserta didik tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka perlu belajar bagaimana teknologi bekerja, bagaimana membuat solusi digital, bagaimana menyusun algoritma, serta bagaimana menggunakan kecerdasan artifisial secara bijak. Karena itu, kegiatan seperti OTN memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya belajar teknologi sejak dini.

Komunitas Guru Informatika dan KKA PGRI tentu memiliki peran penting dalam perjalanan ini. Komunitas bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ruang untuk belajar bersama. Guru yang sudah berpengalaman dapat berbagi dengan guru yang baru mulai mengajar informatika. Sebaliknya, guru muda sering membawa energi dan gagasan baru yang membuat pembelajaran menjadi lebih segar. Dari pertemuan seperti inilah lahir kolaborasi yang kadang tidak pernah kita rencanakan sebelumnya.

Saya membayangkan suasana OTN 2026 nanti akan kembali semarak. Para peserta datang dengan semangat membawa karya, ide, dan kemampuan terbaiknya. Ada yang sibuk mempersiapkan materi lomba, ada yang berlatih coding, ada yang mencoba memanfaatkan AI untuk menyelesaikan persoalan, dan tentu saja ada guru yang sibuk mendampingi anak didiknya sambil sesekali bertanya, “Pak, kalau ini salah bagaimana?” Saya biasanya menjawab dengan santai, “Tidak apa-apa salah. Yang penting jangan berhenti belajar.”

Bagi seorang guru, kesalahan dalam proses belajar bukanlah akhir perjalanan. Justru dari kesalahan itulah peserta didik belajar menemukan cara yang lebih baik. Inilah semangat yang seharusnya dibawa dalam OTN 2026. Kompetisi bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi juga tentang siapa yang berani mencoba, belajar dari kegagalan, dan pulang membawa pengalaman baru.

Jika OTN 2026 benar-benar digelar sekitar Oktober di JICC Senayan, Jakarta, saya berharap kegiatan ini menjadi pertemuan besar keluarga informatika dan KKA Indonesia. Semoga bukan hanya peserta lomba yang mendapatkan manfaat, tetapi juga para guru, sekolah, komunitas, dan masyarakat pendidikan secara lebih luas.

Tentu kita masih menunggu informasi resmi mengenai tanggal, rangkaian kegiatan, kategori lomba, mekanisme pendaftaran, serta ketentuan peserta. Namun sejak sekarang, tidak ada salahnya para guru dan peserta didik mulai mempersiapkan diri. Belajar coding, memahami konsep informatika, mengenal kecerdasan artifisial, membuat karya digital, dan yang paling penting membangun keberanian untuk mencoba.

Saya percaya, masa depan pendidikan Indonesia membutuhkan guru yang tidak takut terhadap teknologi. Guru tidak harus menjadi programmer hebat untuk mengajarkan informatika, tetapi guru harus mau terus belajar. Sebab teknologi terus berubah. Hari ini kita belajar satu aplikasi, besok mungkin muncul aplikasi baru. Hari ini kita mengenal satu model AI, besok mungkin lahir teknologi yang jauh lebih canggih.

OTN 2026 mudah-mudahan menjadi salah satu panggung untuk menunjukkan bahwa guru Indonesia siap menghadapi perubahan tersebut. Dari Senayan, semoga lahir inspirasi baru, kolaborasi baru, dan generasi baru yang tidak hanya pandai menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menciptakan teknologi yang bermanfaat bagi manusia.

Bagi saya, OTN 2026 bukan hanya tentang olimpiade. Ia adalah tentang semangat belajar tanpa henti. Sebab di dunia informatika, satu hal yang pasti adalah perubahan. Dan guru yang mau terus belajar akan selalu memiliki tempat dalam perubahan itu.

Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. Belajarlah setiap hari dan rasakan bagaimana teknologi dapat menjadi sahabat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. OTN 2026, semoga kita bertemu kembali di Senayan!

Tinggalkan Balasan