Kata Pengantar Buku 31 Hari Menulis Bersama Omjay Selama Bulan Oktober 2026

DR. WIJAYA KUSUMAH, M.PD

Terbaru11 Dilihat

KATA PENGANTAR

31 Hari Menulis, 1001 Kisah Kehidupan

Jejak Perjalanan Omjay sebagai Guru, Blogger, dan Pejuang Literasi

Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Allah Swt. atas segala nikmat, rahmat, dan karunia-Nya. Berkat izin dan pertolongan-Nya, buku berjudul 31 Hari Menulis, 1001 Kisah Kehidupan ini akhirnya dapat disusun sebagai dokumentasi perjalanan menulis saya sepanjang bulan Oktober 2026.

Bagi saya, menulis bukan sekadar merangkai kata menjadi kalimat, kemudian menyusunnya menjadi paragraf. Menulis adalah cara mengabadikan pengalaman, menyampaikan pemikiran, membagikan ilmu, dan menyimpan kenangan agar tidak hilang ditelan waktu.

Bulan Oktober 2026 menjadi salah satu bulan yang penuh cerita dalam perjalanan hidup saya. Ada banyak pengalaman yang saya alami, mulai dari kegiatan mengajar di SMP Labschool Jakarta, aktivitas literasi bersama KBMN PGRI, perjuangan mengembangkan komunitas guru, perjalanan ke Bali untuk mengikuti kegiatan ICANN87, hingga berbagai pengalaman menarik dalam dunia pendidikan dan teknologi.

Ada pula cerita tentang persahabatan, keluarga, kesehatan, perjuangan, kegembiraan, kekecewaan, dan berbagai pelajaran kehidupan. Semua itu menjadi bahan tulisan yang saya tuangkan ke dalam blog pribadi.

Saya percaya bahwa setiap hari selalu menghadirkan cerita. Sayangnya, tidak semua orang menyadari bahwa pengalaman sederhana dalam kehidupan sehari-hari sesungguhnya dapat menjadi tulisan yang bermakna.

Melalui buku ini, saya ingin menunjukkan bahwa siapa pun bisa menulis. Tidak harus menjadi sastrawan, wartawan, atau penulis profesional untuk menghasilkan sebuah buku. Seorang guru bisa menulis tentang muridnya. Seorang murid bisa menulis tentang gurunya. Orang tua bisa menulis tentang keluarganya. Bahkan perjalanan singkat menuju sekolah pun dapat menjadi kisah yang menarik apabila dituliskan dengan hati.

Selama ini, saya membiasakan diri menulis dan membagikan pengalaman melalui blog pribadi. Saya memulai perjalanan sebagai blogger sejak tahun 2007. Dari blog tersebut, saya belajar bahwa tulisan yang sederhana sekalipun dapat menjangkau banyak orang, memberikan inspirasi, dan membuka kesempatan untuk bertemu dengan sahabat-sahabat baru.

Saya juga belajar bahwa teknologi, termasuk kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), dapat membantu manusia dalam berkarya. Namun, teknologi tidak boleh menghilangkan hati, pengalaman, kejujuran, dan tanggung jawab seorang penulis. AI boleh membantu kita menemukan gagasan, tetapi pengalaman hidup dan pesan kemanusiaan tetap harus datang dari diri kita sendiri.

Buku ini bukanlah kumpulan tulisan yang menganggap penulisnya selalu benar. Saya hanyalah seorang guru yang terus belajar dari kehidupan. Ada tulisan yang lahir dari kegembiraan, ada yang muncul dari perenungan, dan ada pula yang ditulis ketika menghadapi tantangan. Saya berharap pembaca dapat menemukan pelajaran berharga dari setiap kisah yang disampaikan.

Terima kasih saya sampaikan kepada keluarga tercinta yang selalu memberikan dukungan dan doa. Terima kasih kepada rekan-rekan guru, sahabat blogger, komunitas KOGTIK, IGTIK PGRI, KBMN PGRI, serta semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan kehidupan dan literasi saya.

Terima kasih juga kepada para pembaca blog yang selama ini berkenan meluangkan waktu untuk membaca, memberikan komentar, menyampaikan kritik, dan membagikan tulisan-tulisan saya. Dukungan tersebut menjadi energi bagi saya untuk terus menulis.

Kepada para peserta KBMN PGRI, khususnya Gelombang 35, saya ingin menyampaikan sebuah pesan sederhana: jangan takut memulai menulis. Jangan menunggu menjadi hebat untuk menghasilkan sebuah tulisan. Mulailah dari pengalaman sendiri, tuliskan setiap hari, dan teruslah berlatih. Sebab, sebuah buku yang tebal selalu berawal dari satu kalimat pertama.

Saya menyadari bahwa buku ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan agar karya-karya berikutnya menjadi lebih baik.

Akhir kata, semoga buku ini memberikan manfaat, menambah semangat literasi, dan menginspirasi siapa pun yang membacanya. Mudah-mudahan setiap pengalaman yang saya tuliskan dapat menjadi pelajaran bagi orang lain.

Saya ingin terus menulis selama masih diberikan kesempatan oleh Allah Swt. Sebab, bagi saya, menulis adalah cara sederhana untuk berbagi kebaikan dan meninggalkan jejak kehidupan.

Menulislah dengan hati, bukan sekadar mengikuti teknologi.

Menulislah setiap hari, menginspirasi tanpa henti.

Jakarta, 31 Oktober 2026

Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd.

Omjay – Guru Blogger Indonesia

Tinggalkan Balasan