
“I hear and I forget. I see and I remember. I do and I understand,”
“Saya mendengar dan saya lupa. Saya melihat dan saya ingat. Saya lakukan dan saya mengerti. ”
Kalimat di atas adalah perkataan dari filsuf Confucius sekitar 2.500 tahun yang lalu. Meskipun kehidupan telah berubah tak terkira sejak saat itu, ucapan salah satu filsuf legendaris dunia kebenarannya tetap ada hingga kini. Cara terbaik untuk belajar adalah dengan melakukan. Dalam proses pembelajaran jarak jauh, konteks Belajar Dari Rumah (BDR), guru seyogyanya menempatkan dirinya bukan hanya sebatas sebagai pengajar, melainkan mengambil peran sebagai siswa. Ketika guru mampu mencari tahu bagaimana rasanya mengambil posisi sebagai siswa dalam pembelajaran jarak jauh, maka ia akan mampu merancang, meramu dan mempraktikkan pembelajarannya lebih interaktif dan menarik di ruang kelas virtual.
Jalani, Pelajari, dan Gunakan
Seperti halnya seorang penikmat kopi. Kita tidak akan pernah merasakan bagaimana proses kopi itu dari awal hingga menjadi secangkir kopi istimewa jika kita tidak pernah mengalami proses pembibitan, penanaman, perawatan, pemupukan, pemanenan, pengeringan, penyortiran, hingga pengolahan biji-biji kopi pilihan menjadi bubuk kopi yang siap diseduh.
Tantangan guru melayani siswa belajar dari rumah salah satunya adalah bagaimana membuat siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Secara khusus pada bagian ini dalam pembelajaran daring. Sebagai sebuah tantangan, guru perlu mempelajari teknik dan aktivitas mengajar yang tepat. Ini dimaksudkan agar guru mampu “menggelitik” siswanya.
Mengutip National Geographic Learning, interaktif dan menariknya ruang kelas virtual diwujudkan dengan menyediakan konten pelajaran yang menarik dan mencolok secara visual.
Melakukan pembelajaran daring menggunakan media web conference tidak semata-mata guru melakukan ceramah terhadap siswa. Agar lebih menarik, maka guru sebaiknya menyiapkan dokumen presentasi menggunakan Ms PowerPoint. Presentasinya diatur sedemikian rupa agar konten materi yang disajikan mudah dibaca oleh siswa. Salah satunya dengan menampilkan tulisan di slide minimal ukuran hurufnya 18. Pilih jenis huruf yang tebal dan mencolok. Dalam satu slide sebaiknya jangan terlalu banyak kalimat. Cukup poin-poin utamanya saja. Hal ini akan membua siswa mudah untuk menuliskan informasi penting dari materi yang disajikan.
Di samping itu, agar presentasinya lebih menarik, maka tambahkanlah gambar, foto, ilustrasi, atau animasi yang terkait dengan materi pelajaran. Ini penting, gambar bisa mewakili guru dalam menjelaskan. Artinya gambar yang ditampilkan mampu membangun pemahaman siswa. Dengan kata lain gambar tersebut bisa bercerita tentang apa yang guru maksudkan dalam presentasinya.
Presentasi yang monoton cenderung membuat siswa cepat bosan. Maka sebaiknya dilengkapi dengan animasi. Fasilitas ini sudah disediakan oleh Ms Office PowerPoint. Aturlah gambar, kalimat atau pernyataan agar bisa bergerak ketika ditampilkan.
Memaksimalkan
Memaksimalkan “I hear and I forget. I see and I remember. I do and I understand”, maka gelitiklah siswa dengan mengaitkan konten pelajaran dengan lingkungan siswa. Buat korelasi antara materi ajar dengan aktifitas dan pengalaman siswa dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Misalnya, hari ini saya mengajarkan pengenalan tentang pemahaman lirik lagu di kelas XII IPA 4 secara virtual menggunakan Zoom yang saya tautkan secara live ke YouTube. Pada slide presentasi saya sajikan 4 gambar penyanyi yang populer di usia mereka. Saya tampilkan satu per satu, dan mereka mulai memberikan respon dengan mengetikkan nama para penyanyi di kolom komentar YouTube daan Zoom. Respon makin variatif jika para penyanyi itu benar adalah penyanyi favorit mereka.
Pada kesempatan lain siswa mendapat pertanyaan apakah arti dari “mood”? Kata ini adalah kata populer di kalangan remaja saat ini. Jawaban mereka pun variatif, mengingat mood terjadi dalam kehidupan setiap hari. Ketika siswa memberikan respon atas pertanyaan, “What is the song you most likely to sing relate to your particular mood”? Lagu apa yang kemungkinan besar akan Anda nyanyikan terkait dengan suasana hati Anda? Jawabannya bisa dipastikan ramai, siswa akan mengingat salah satu dari sekian banyak lagu yang mereka nikmati selama ini.
Jadi, ketika guru menyajikan materi hanya sebatas ceramah dalam kelas online, istilah “I hear and I forget” banyak terjadi di kalangan siswa. Dengan adanya tampilan materi dalam bentuk slide presentasi yang kreatif dan menarik, maka siswa lambat laun akan mengatakan, “I see and I remember”. Lalu ketika mereka diberi kesempatan untuk mencatat, membuat dokumentasi dan memberikan respon dalam bentuk kuis atau menjawab pertanyaan sederhana, maka mereka pun secara bertahap akan mengalami, yang nantinya akan berujar, “I do and I understand.”

Salam Belajar Dari Rumah
Yulius Roma Patandean, S.Pd.
SMAN 5 Tana Toraja, Prov. Sulawesi Selatan
NPA. 20020400134












