Kemarin Kutulis Ini, Saat Teringat Dirimu

Foto Tonny Syiahriel
Kemarin, ini kutulis saat aku mengingatmu

Sejak kapan aku menggilai kamu
Jangan tanyakan itu
Karena kamu tak akan pernah mengerti perasaanku

Aku bukan sastrawan
Atau penulis kawakan
Aku juga tak punya gudang diksi untuk menyimpan kata-kata yang indah

Aku hanya memiliki secangkir kopi di atas meja dengan kepulan asapnya yang membentuk wajahmu sempurna, juga bentuk hati penuh cinta

Aku ingin menikmati bersamamu saat ini
Ya! di tanggal 21 Maret ini ketika semua sedang berpuisi pada dirinya sendiri, aku ingin mengabadikan peristiwa ini bersamamu menciptakan puisi.

Tapi aku kira ini bukan puisi
Tak ada rima maupun irama dalam aksaranya
Ini hanya sajak-sajak gila, ketika aku tak bisa menjamahmu
Ini benar-benar kelakar kita

Saat ini, aku tulis ketika menanti sapamu

Petikkan aku sepotong kata-kata indah dari berbagai benua
Curilah kalimat indah dari para pujangga dunia
Sampaikan juga pada para dewa cinta agar meluruhkan kalimat indahnya ke bumi

Akan aku tuang semua yang kau bawakan untukku, dalam secangkir kopi ini
Lalu kita nikmari bersama, dalam sesapan kerinduan

Dan kita membiarkan diri hanyut, tenggelam
dalam amuk gelombang kata-kata

Tsm, 10 September 2021

****
*puisi ke 4

Ditulis saat Hari Puisi Nasional

Tinggalkan Balasan

News Feed