Puisi-Puisi untuk Pujangga

    gambar dari pixabay

    1/
    Jangan pernah bermain dengan kata-kata
    Bila pada akhirnya membuat sebuah hati gulana
    Bahkan mungkin raga pun terluka.

    Selamat pagi Pujangga,
    Malam yang terlewati tak kuucap selamat bermimpi, karena mungkin tak akan lagi ada impian
    Sedang pagi sudah mengucapkan salamnya dalam sepi
    Kan nikmati hari-hariku dengan bercengkrama bersama dinding waktu
    Bersenda gurau bersama anak-anak kalimat yang merindu
    Tak akan kutitipkan keraguan pada aksaramu
    Karena suatu saat pasti tiada dan akan terlupa

    2/
    ketika ruang telah kosong dan sepi, hanya tinggal sebuah mozaik kenangan pada dinding hati, biarkan walau tak ada lagi asa, atau cinta dari dia
    bukan berarti kaki berhenti meniti atau jemari mati menari

    3/
    Pada waktu yang datang dan pergi, biarkan hati dan kepalaku bernyqnyi
    tanpa ada sebuah ornamen kekesalan di dalamnya
    dan kirimkan hadiah terindah untuk selamanya,
    Perjalanan ini harus bail-baik saja
    Jangan ada hiasan luka

    4/
    sebentar lagi fajar, aku belum menemukan kata yang tepat untuk kusematkan pada dinding malam
    tentang seutas harapan yang lepas terhempas
    tentang ribuan derita yang menyumbat asa
    tentang kisah yang hanya terbalut resah
    aku tak ada dan tak akan pernah ada

    5/
    Apa kabar Pujangga
    masih belum kutemukan juga aksara yang tepat untuk menceritakan pada waktu
    walau puing puing kerinduan telah kubingkai pada dinding pengharapan
    Tak lupa kuucap selamat pagi pada kata-kata yang mayungi hari

    6/
    Salam senja Pujangga,
    aku masih belum tahu di mana akan kuletakkan kolase-kolase kisah hari ini
    sedang waktu beranjak meremang, mentari siap mengucapkan perpisahan
    sedang aku masih menata puing-puing harapan yang berserak

    Salam senja Pujangga, sepertinya angin sejuk belum bisa menyingkirkan terik di atas kepala, hingga sekujur rasa penuh butir-butir penyesalan, mengapa aku jatuh hati pada sebuah aksara.
    Merah saga di ufuk barat pun menertawakan kegaduhan dalam dada

    7/
    Selamat malam pujangga
    Ini bukan hanya tentang sebuah kata rindu
    Atau bait-bait merdu merayu
    Ini hanya sekadar menyisir kisah bagaimana kita menghabiskan waktu
    Melukiskan setiap angan pada huruf-huruf yang syahdu
    Seperti kunang-kunang yang dulu selalu menghiasi alam
    Membeikan kerlip mungilnya pada malam
    Ada ruang yang setidaknya patut untuk dikenang

    Tsm, 21 September 2021
    *Puisi ke 21 KMAA
    Sudah ditulis di blog pribadi dengan sedikit penyuntingan

Tinggalkan Balasan