KMAC. 06 Aku dan Tanyaku

Pendidikan, YPTD230 Dilihat

KMAC. 06 Aku dan Tanyaku
Penulis : Theresia Martini, S.Ag., M.M

 Perjalanan panjang penuh liku telah kutempuh, laut luas telah kuseberangi, onak dan dan duri telah kulangkahi, tawa dan bahagia telah kujalani. Namun sejuta tanya, masih tersampir dan tergantung di sudut ruang hati, bagai perpustakaan yang dipenuhi dengan tanya yang takada jawab dan semakin dipadati dengan pertanyaan demi pertanyaan, “Bagaimanakah sosok guru hebat itu?”

Banyak ulasan yang mengungkap tentang seorang guru dikatakan hebat bila:

  1. Mendapatkan nilai sempurna
  2. Menjadikan siswa sebagai sang juara dalam Sains Olimpiad
  3. Selalu bekerja tanpa lelah dengan keiklasan
  4. Menjadi teladan bagi rekan guru
  5. Selalu hadir dan tidak pernah terlambat
  6. Dan seterusnya

Kita sadari bahwa guru bukanlah superhero atau superstar. Meskipun tidak sedikit, masyarakat banyak yang memandang  guru sebagai sosok yang begitu sempurna, seakan tidak mungkin melakukan suatu kesalahan.

Guru yang diakronimkan sebagai sosok yang di gugu dan di tiru, seakan telah menjadi lebel yang melekat pada diri para guru, tanpa batas waktu selama 24 jam.  Sehingga pribadi seorang guru seakan dituntut harus sempurna, demikian kilah salah seorang sahabat penulis, yang diminta untuk melukiskan tentang sosok “Siapakah guru menurutmu?”

Lebih lanjut, sahabat penulis mengatakan dalam perbincangan di antara kami berdua, dan mengatakan, “Bersyukurlah, Mbak There menjadi seorang guru yang memiliki banyak kelebihan, sehingga bisa membantu kami semua, yang terkadang bingung untuk melakukan hal-hal yang sepele, hanya karena kurang PD alias Percaya Diri.”

Mendengar ungkapan tersebut, penulis agak terkesima dan menjawab, “Akhh, guru juga manusia, di balik kelebihan kami juga banyak kekurangan sebagai seorang manusia.”

Demikian sekilas, perbincangan di antara penulis bersama sahabatnya pada suatu senja sambil menikmati gorengan ubi dan secangkir kopi cappucino hangat di teras rumah penulis.

Banyak masyarakat berharap, bahwa guru sebagai sosok yang menjadi teladan memiliki kepribadian sempurna sesuai dengan harapan mereka, bahwa guru adalah sebagai seorang:

  1. Teladan mereka.
  2. Tempat untuk bertanya dan pemberi solusi.
  3. Pribadi penuh tanggungjawab.
  4. Pribadi yang memiliki banyak kelebihan, dsb.

Predikat tersebut, nampaknya begitu melekat pada diri seorang guru, sehingga membuat para guru bersatus sebagai sosok sempurna yang layak dipatuhi dan disegani.

Namun, di balik predikat yang membanggakan tersebut, terselip duka yang menyayat, karena pada kenyataannya saat ini, banyak sekali berita yang mencoreng predikat mulia tersebut.

Banyak sikap dari diri penulis dan rekan guru, yang kurang mampu menjaga sikap-sikap luhur berpredikat sebagai seorang guru. Sehingga banyak berita beredar yang mengungkap peristiwa-peristiwa kelakuan guru yang kurang ber-tanggungjawab, mulai dari kasus perselingkuhan antar guru, pemerkosaan yang dilakukan seorang guru, guru sebagai pengedar narkoba, dan banyak berita lain yang begitu menelanjangi status guru di masa kini.

Perkembangan dan kemajuan tehnologi saat ini, tidak lagi dapat menyangkal dan menutupi semua fenomenologi yang terjadi di masyarakat terkait berita tentang peran guru dalam perkembangan dunia pendidikan di masa kini.

Di mana para guru masa kini begitu banyak tuntutan dan tanggungjawabnya, untuk menyesuaikan diri dengan segala perkembangan jaman. Terlebih bagi para guru yang mengikuti program pemerintah sebagai seorang guru penggerak.

Terlepas dari semua yang penulis sampaikan di atas, penulis ingin menyampaikan bahwa. “Di tangan para guru-lah para calon pemimpin bangsa akan dididik dan dibimbing.” Oleh sebab itu, peran guru tidak akan pernah tergantikan oleh perkembangan tehnologi yang begitu pesat saat ini. Peran guru, tetap dibutuhkan sampai kapanpun. Peran guru masih sangat berarti bagi kemajuan bangsa dan negara, dengan mempersiapkan pribadi generasi penerus menjadi manusia utuh.

Dengan berbagai alasan tersebut, penulis ingin sekali membuat sebuah tulisan yang merupakan pengalaman pribadi agar semakin memurnikan motivasi sekaligus memberikan semangat bagi diri sendiri dan juga bagi rekan guru yang mungkin terkadang merasakan kebingungan, kebosanan atau kelelahan sehingga mempengaruhi motivasi panggilan hidup kita sebagai seorang guru, yang memiliki dan menjalankaan tugas sebagai seorang seorang pengajar dan pendidik.

Semoga harapan dan mimpi penulis dapat terlaksana dan dikabulkan Tuhan, dengan mencoba mengikuti kesempatan menulis di Program Karena Menulis Aku Ceria (KMAC) bersama Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD)

 

Pangkalpinang, 16 Februari 2023

 

 

Tinggalkan Balasan

4 komentar