Kunanti Hadirmu SNMPTN

Terbaru2819 Dilihat

Senin 22 Maret, pukul 15.00 WIB, secara serentak sebanyak 854.599 siswa SMA sederajat menyerbu situs resmi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021. Tentu, harapan satu-satunya adalah lulus pada pilihan pertama atau kedua pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit. Namun, tidak selamanya harapan akan menjadi kenyataan, sebab faktanya, yang lulus melalui jalur SNMPTN hanya 110.459 siswa, atau sekitar 18,56%.

Maka, sore kemarin, ada 2 warna yang muncul dilayar, merah dan biru. Merah, berarti belum beruntung, jika biru maka anda beruntung. Agak berbeda sedikit dengan harapan kita ketika melihat lembaran uang berwarna merah dan biru, tentu, saya dengan anda setuju, jika kita sama-sama berharap si warna merah.

Jalur SNMPTN merupakan salah satu celah masuk PTN, berikutnya jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), kemudian yang terakhir adalah jalur mandiri. Kuliah di PTN tentu masih merupakan kebanggaan tersendiri, sebab, banyak faktor yang membuat orang masih berharap bisa mengeyam pendidikan di lembaga pendidikan milik negara.

Salah satu faktor adalah biaya kuliah yang relatif lebih murah dibanding dengan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Faktor berikutnya adalah akreditasi PTN relatif lebih tinggi dibanding PTS, plus tenaga pengajar/dosen yang berstatus ASN dan telah memiliki jenjang pendidikan S2-Profesor. Tentu, kita tidak sedang berdebat dengan plus minusnya PTN, bahkan PTS, sebab semuanya itu sudah merupakan komponen pendidikan yang saling melengkapi satu dengan lainnya.

Maka, sore kemarin, beranda fb saya dipenuhi postingan para sahabat, siswa, alumni, yang mengungkapkan kegembiraan mereka karena salah satu anggota keluarga lulus SNMPTN. Beberapa diantaranya saya sempatkan beri apresiasi di kokom (kolom komentar), sebab, saya juga ikut merasakan bahagia mereka.

Beberapa tahun yang lalu, saya juga pernah merasakan hal yang sama, ketika putri kedua saya lulus SNMPTN di Fakultas Ekonomi, banting setir dari jurusannya di SMA, IPA. Namun saya pikir, puluhan tahun yang lalu, saya juga seperti itu, jurusan IPA di SMA, dan kuliah di jurusan Pendidikan Dunia Usaha, Unimed. Tahun berikutnya, putri ketiga saya juga lulus SNMPTN di jurusan Ilmu Komputer. Maka, kebahagiaan karena lulus SNMPTN, buat saya, deja vu.

Lantas bagaimana dengan siswa yang belum beruntung masuk PTN lewat SNMPTN, apakah dunia berakhir dengan kenyataan ini? Jawabannya big no, jangan pernah merasa bahwa anda adalah orang yang paling malang di dunia ini, tak satu jalan ke Roma.

Tadi siang saya bincang-bincang dengan seorang siswa yang berada di layar merah(gagal), setelah beberapa lama, siswa tersebut menyeka pelupuk mata dengan ujung jilbabnya. Mendengar respon orang tuanya yang tetap mendukung anak ketika gagal, maka saya berharap, semoga semakin banyak orang tua seperti beliau, tidak membully ketika gagal.

Ada kecenderungan, bahwa orang tua membully anak yang berprestasi ketika gagal, saya garis bawahi ya bapak ibu, kecenderungan, berarti tidak semuanya. Dalam kondisi seperti ini, dukungan penuh dari orang tua dan keluarga ,serta guru sangat dibutuhkan untuk membangkitkan semangat juang anak. Sebab, masih panjang jalan yang harus ditempuh, bahkan jika juga tidak lulus lewat jalur SBMPTN dan jalur mandiri, maka PTS siap menerima, why not?

Akhirnya, selamat buat yang lulus SNMPTN, jaga nama baik almamater, berkuliahlah dengan tekun. Buat yang belum beruntung, yakinlah, Allah sedang menyiapkan pilihan

terbaik

buat kalian, jangan pernah berburuk sangka. Sebab sesuatu yang kita anggap buruk bagi kita, ternyata itulah yang

terbaik

, dan sebaliknya. Mungkin anda beranggapan, bahwa saya sampaikan hal ini tanpa beban, karena bukan saya yang merasakan kegagalan tersebut. Kali ini anda salah. Tahun lalu, deja vu, putra bungsu saya juga berada dilayar merah. Namun saya tetap bersangka baik, karena, sehelai daun yang jatuhpun atas seijin Allah SWT. Sebab, daun yang jatuh tidak pernah menyalahkan angin. Keep on spirit menyongsong masa depan, jangan menyerah. Salam literasi dari bumi Kualuh, basimpul kuat babontuk elok.

Tinggalkan Balasan