INILAH reuni silaturrahmi yang membuat hati kami haru dan bahagia. Reuni antara kami, para guru dengan alumni yang membuat kesan begitu mendalam di hati. Mereka, para pesrta dan pelaksana reuni adalah siswa-siswi angkatan tahun 1997/1990, SMA Negeri Tanjungbatu. Artinya mereka sudah menamatkan pendidikan SLTA sejak 20-an tahun yang lalu. Angkatan ’87/’90 maksudnya mereka masuk sekolah (mendaftar) pada tahun 1987 dan keluar sekolah (tamat) pada tahun 1990.
Sebagai tambahan informasi, dulu, nama sekolahnya adalah SMA Negeri Tanjungbatu yang berinduk ke Kanwil (Kantor Wilayah) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau, di Pekanbaru. Sangat jauh jarak antara Tanjungbatu dengan Pekanbaru. Waktu itu, Kepulauan Riau sebagai sebuah provinsi belum ada. Baru sebuah kabupaten dengan salah satu kecamatannya adalah Kecamatan Kundur dengan Ibu Kota Kecamatannya, Tanjungbatu. Di Tanjungbatu itulah berdiri sekolah negeri baru pada tahun 1984/ 1985 dengan nama SMA Negeri Tanjungbatu. Satu-satunya sekolah negeri setingkat SLTA saat itu. Saya ingat, saya dan tiga orang lainnya adalah guru negeri PNS awal yang mengabdi di sekolah baru itu.
Kini sekolah itu bernama SMA Negeri 1 Kundur. Berada masih di Kecamatan Kundur. Tapi sudah ada lima SMA Negeri lainnya dengan nama SMA Negeri 2, 3, 4, 5 dan 6 Kundur karena semuanya berada di Pulau Kundur dan sekitarnya. Kabupatennya sudah menjadi Kabupaten Karimun, pemekaran dari Kabupaten Kepulauan Riau yang juga sudah menjadi provinsi sendiri, berpisah dari Provinsi Riau sebagai provinsi induk. SMA Negeri 1 Kundur artinya sudah berusia 37 tahun dan tentu saja sudah mempunyai tamatan sebanyak 34 angkatan. Salah satu angkatannya adadalah yang tamat pada tahun 1990 itu. Artinya tamatan angkatan ke-5 sejak angkatan pertama yang tamat pada tahun 1986.
Anak-anak angkatan tamatan 1990 inilah yang selama tiga hari –Jumat-Ahad/ 14-16 Januari 2022– menghelat kegiatan yang mereka beri nama Silaturrahmi dan Reuni Ika Gerbang 87/90 SMAN Tanjungbatu Kundur. Ika Gerbang maksudnya Ikatan Alumni gerbang (pintu) 87-90. Saya yang menjadi guru sejak sekolah beridiri hingga 1994 adalah salah seorang di antara guru mereka yang mereka undang pada acara reuni ini. Tentu saja kami para guru sangat berbahagia dan bangga bergabung dalam acara ini. Mereka tetap para gurunya yang sudah puluhan tahun tidak bersama lagi di sekolah.
Sekali lagi saya katakan, ini sangat membanggakan sekaligus mengharukan hati kami mengikuti acara yang mereka adakan. Tidak banyak rekan-rekan guru periode itu yang bisa hadir pada acara ini. Selain sebagian sudah dipanggil Allah, juga ramai yang tidak bisa datang ke Batam, lokasi acara. Tentu saja kami sudah bertebaran di banyak tempat karena mutasi. Saya yang bertempat tinggal di Karimun, alhamdulillah masih bisa hadir ke Batam. Jarak Karimun ke Batam relatif dekat berbanding yang sudah pindah ke Padang atau kota-kota lain di Tanah Air.
Dalam acara yang dihelat di ballroom Hotel Golden View, Batam itu terasa begitu mewah acaranya. Tentu saja mereka mengeluarkan biaya lumayan besar untuk acara ini. Selain menyiapkan akomodasi dan transportasi para guru yang bisa hadir juga menyiapkan konsumsi untuk selama tiga hari. Biaya kapal laut dan darat mereka bayarkan semua untuk para guru mereka. Oleh-oleh juga mereka siapkan untuk para guru mereka. Sungguh ini reuni alumni yang sangat membahagiakan kami, para guru. Selain silaturrahmi sesama mereka yang berkumpul dari berbagai kota se-Indonesia juga silaturrahmi dengan kami para gurunya.
Bahkan malam itu, hadir Staf Ahli Gubernur Kepri, Bidang Pemerintahan dan Hukum, Dr. Muhammad Dali bersama Wakil DPRD Kota Batam, Bapak Yunus Muda. Para peserta alumni juga hadir dari banyak kota seperti dari Jakarta, Pekanbaru, Tanjungpinang dan banyak tempat lainnya. Sebanyak hampir 70-an orang hadir di Cafe 933 Ball Room Golden View itu. Acara mereka lumayan padat. Setelah malam ramah tamah (Jumat malam), siang Sabtu berkeliling di kota Batam untuk menikmati keindahan kota yang berdekatan dengan Singapura ini. Sabtu malamnya acara bebas dan Ahadnya kembali ke daerah masing-masing.***











Rindu yang sudah lama berlalu, kini muncul lagi.