KEBERSAMAAN
Hujan deras mengguyur hampir seluruh wilayah Indonesia dan hampir setiap hari. Banyak daerah di Indonesia yang dilanda banjir. Aku masih bersyukur karena Citra Indah City Jonggol masih aman dari banjir.
Pukul dua dini hari, mba Mina mengabarkan kalau air sudah memasuki rumah hampir mendekati atap. Tanggul kali Apur putus dan menyebabkan kampung Kedung Gabus terendam air. Mba Mina dan keluarganya mengungsi di kota Kertosono, di rumah teman suaminya. Serasa tidak percaya masih ada teman baik yang mau menanpung mba Mina dan keluarganya, suami, ibu mertua, keponakan dan kakak ipar mba Mina selama dua hari.
Keponakan-keponakan suami mba Mina, Mas Pii, Albert dan Arif, yang di Jakarta juga datang ke Kertosono. Merekalah team rescue sejati di keluarga Kedung Gabus. Sesampai di Kertosono mereka juga ikut nimbrung menginap di rumah teman mba Mina. Mereka datang pagi hari dan istirahat beberapa jam. Pada sore hari mereka cek lokasi yang kebanjiran. Tidak berapa lama, video di share melalui group keluarga.
Air membuat perabotan dapur terapung berputar di dalam rumah. Satu kampung di Kedung Gabus kebanjiran. Mas Pii memvideokan hampir setiap sudut rumah. Obat-obatan yang sempat ditaruh diatap, juga buku-buku dapat diselamatkan. Baju-baju yang akan diseterika tidak sempat diselamatkan, ikut terendam bercampur lumpur.
Setelah dua hari menginap di Kertosono, suami mba Mina dan keluarganya pindah mengungsi ke Saradan ke tempat saudara suami. Disana selain bertemu keluarga yang lain juga dapat beristirahat dengan suasana baru. Udara di Saradan sangat dingin kata mba Mina. Lutut kaki kanannya yang terkena rematik tidak terlalu sakit padahal mba Mina lupa tidak mengenakan deker.Obat-obatan juga lupa dibawa. Mungkin karena fokusnya tidak dipenyakitnya namun fokus di banjir,
Tiga hari menginap di Saradan, mba Mina, suami dan keponakan-keponakannya kembali ke Kedung Gabus mengecek keadaan rumah. Air sudah mulai surut. Mereka mulai membersihkan lumpur-lumpur yang di dalam rumah. Mas Pii seperti biasa share video ketika membersihkan. Mereka tampak bersemangat bekerja sama menata kursi yang sudah terbalik.
Saya salut karena dalam kondisi kesulitan mereka masih bisa tertawa dan bercanda. Beberapa ponakan berenang di lantai yang terendam air, persis ikan lele. Hampir tiap hari saya video call dengan mba Mina sehingga saya banyak mendapat cerita bagaimana mereka medapatkan bantuan makanan dan kebutuhan sehari-hari dari sukarelawan juga pemerintah daerah. Mereka merasa terbantu morilnya walau dalam kesusahan.
Sampai saat ini banjir masih pasang surut. Banjir datang pada malam hari dan surut pada siang hari. Mba Mina dan keluarga tidak berani menginap di rumah di Kedung Gabus. Mereka memilih tinggal di desa Bandar, rumah saudara suami lainnya. Desa Bandar juga kena banjir namun tidak separah Kedung Gabus.
Mba Mina bercerita tidak bisa tidur karena takut tiba-tiba banjir datang lagi ke seluruh desa di wilayah Kertosono. Saya menyarankan untuk tidur bergantian. Mba Mina share foto-foto ketika makan bersama di desa Bandar. Alhamdulillah mereka masih bisa menerima keadaan dengan ikhlas. Mereka saling membantu dan bekerja sama.
Pelajaran yang dapat dipetik dari musibah itu, mereka menjadi lebih kompak demikian juga dengan lingkungan mereka. Alangkah indah arti kebersamaan dalam suka dan duka.
Nani Kusmiyati, SPd., M.M., CTMP.
Jakarta, 11 Februari 2021
LOMBA MENULIS PGRI
Day 11







Kebersamaan membawa kebahagiaan tersendiri wakau musibah sedang di alami