
Selamat pagi sobat,
Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang sosok Pemimpin Yang Berjiwa Ksatria.
Topik di atas telah saya tulis dalam status di akun media sosial saya yaitu Facebook pada sebelas tahun yang lalu, tepatnya tanggal 14 Mei 2010 dengan tajuk Mutiara Senja.
Tulisan selengkapnya di Mutiara Senja adalah sebagai berikut :
“Seorang pemimpin itu harus berjiwa ksatria, yaitu : berani untuk berperilaku baik, menjahui perbuatan buruk, berani mengedepankan keadilan, dapat menjadi contoh orang lain akan tingkah lakunya, berani meminta maaf jika melakukan kesalahan dan sanggup memperbaikinya, sanggup mengorbankan segala-galanya, ikhlas lahir batin dan bekerja dengan penuh tanggung jawab”.
Dari pernyataan di atas, ada enam hal yang bisa membentuk seseorang menjadi sosok Pemimpin yang berjiwa ksatria.
1. Pemimpin harus berani untuk berperilaku baik, menjahui perbuatan buruk.
Perilaku baik dari seorang Pemimpin akan menumbuhkan kepercayaan, kenyamanan dari orang orang yang dipimpinnya. Perilaku yang baik itu seperti jujur, rendah hati dan terbuka dalam arti mau menerima masukan. Sebaliknya Pemimpin yang berperilaku buruk akan membuat orang orang yang dipimpinnya menjadi tidak nyaman dan tidak percaya lagi kepada Pemimpinnya.
2. Pemimpin harus berani mengedepankan keadilan.
Pemimpin harus bersikap adil terhadap orang orang yang dipimpinnya. Sikap adil biasanya diikuti oleh sikap bijak. Kita sering mendengar perkataan Pemimpun yang adil dan bijaksana. Pemimpun yang demikian akan mendapat tempat di hati dari orang orang yang dipimpinnya.
3. Pemimpin harus dapat menjadi contoh orang lain akan tingkah lakunya.
Pemimpin harus menjadi panutan atau teladan dengan menunjukkan perilaku yang bisa dicontoh oleh orang orang yang dipimpinnya, seperti berkata jujur, ucapan dan perbuatannya selaras.
4. Pemimpin harus berani meminta maaf jika melakukan kesalahan dan sanggup memperbaikinya.
Pemimpin yang bersikap demikian menunjukkan sifat Pemimpin jujur, tidak menyembunyikan kesalahannya dan tidak menyalahkan orang lain. Sikap ini merupakan sikap yang terpuji.
5. Pemimpin harus sanggup mengorbankan segala-galanya, ikhlas lahir batin
Sikap yang demikian menunjukkan bahwa Pemimpin berani tampil di depan dan siap berkorban secara ikhlas lahir batin dalam memimpin dengan tidak mengorbankan orang orang yang dipimpinnya.
6. Pemimpin harus bisa bekerja dengan penuh tanggung jawab
Menjadi seorang Pemimpin itu amanah yang harus dikerjakan atau bekerja dengan penuh tanggung jawab disertai dengan kejujuran, keadilan dan bijaksana.
Mudah mudahan para Pemimpin kita dapat menjadi Pemimpin yang ksatria dan memberikan kedamaian, kenyamanan dan kesejukan bagi kita semua ..
Insya Allah ..
Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun :
Si Badu Selalu Bisa Menjawab
Setiap Soal Dengan Penuh Ceria
Pemimpin Yang Penuh Tanggung Jawab
Yang Memiliki Jiwa Ksatria
Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..
Selamat beraktivitas ..
Salam sehat ..
NH
Depok, 15 Mei 2021



