Celoteh Anak Melayu Pesisir Pulau (15112021)
SALAH SIAPA DOSA SIAPA
Hari ini, esok, lusa bahkan seterusnya
Aku ingin berdapingan dalam angan Politik Santun
Tersenyum dalam memberi kedamaian
Walaupun hiruk pikuk berderetan datang silih berganti
Santun memberi bukan tuk balas budi
Terkadang harapan Politik Santun jauh seberang mata
Hatipun tak menjadi mesra
Pikiran juga tlah dirasuki penuh adap adu domaba
Bukan menyisir mengejar harapan sempurna
Aku binggung
Politik Santun sedikit penghuninya
Banyak yang mencari muka namun bukan mencari kepuasan makana hatinya
Sehingga batin diterjal rasa berdosa
Aku juga lelah
Melihat ranah penuh propaganda
Dedikasi mati lumpuh terluka
Pengabdian tlah tengelam karena tak sehaluan
Keliru membekas, membusukan kalbu
Aku malu Politik Santun tlah terjual mahal bersama adu domba
Tak melihat tolak ukur pengabdiannya
Hanya sebatas suara, separuh tlah hilang tak tampak lagi wajah bahagia
Atau aturan yang ternota
Aku juga binggung salah siapa dosa siapa
Satu persatu keluar dari ikatan pegabdiannya
Yang tiada harga diri dimatanya
Hanya karena sehelai kertas warna tak tampak wajahnya
Aku bicara lewat tulisan tak bernyawa
Berharap Politik Santun segera menjelma
Agar tiada duka karena salah menilainya
Dan tak memandang sebelah mata dasar perjuangan pengabdiannya
Ku panggil rohmu agar kembali sempurna
Berhias pada Politik Santun tak semena-mena
Agar namamu haraum sepanjang masa
Lepas dari helainya kertas tak bermuka dua
Hari ini aku berharap kembalilah pada Politik Santun
Bukan pada coretan pena yang menggundang semua derita
Buanglah rasa dendam yang merusak jati diri untuk terus menerpa asa
Bersama jiwa ragamu yang bermakna










