Abraham Raubun, B.Sc, S.Ikom
Ketika membaca suatu tulisan yang berjudul “Medicine is not always found in bottle, tablets, or vaccine” yang dikirim seorang teman, sontak pikiran melayang ke pengalaman masa lalu ketika berkunjung ke Negeri China. Obat bukan hanya yang ditemukan dalam kemasan botol, berupa tablet atau pun vaksin lebih kurang begitu terjemahan bebasnya.
Negeri Panda yang juga dikenal sebagai Negeri Tirai Bambu itu memang nama julukan buat Tiongkok atau RRC. Kesempatan untuk menginjakkan kaki melihat-lihat alam yang mempesona di sana datang lewat penugasan dari kantor untuk mengikuti suatu workshop tentang pendidikan dan Kesehatan di tahun 1991.
Tentu saja waktu-waktu luang di sela-sela kesibukan workshop tidak kami lewatkan begitu saja. Berburu cinderamata, kulineran, atau membidik destinasi wisata terutama Tembok Besar yang terhisab sebagai salah satu keajaiban dunia.
Hari Minggu itu acara bebas. Segera beberapa teman rombongan Indonesia sepakat mengunjungi “The Great Wall”.Tembok sepanjang
10.000 Li. Kalau disetarakan lebih kurang 21 km yang berlokasi di China bagian utara. Merupakan tembok terpanjang yang pernah dibangun manusia.
Saat kami berkunjung ada bagian yang memang sengaja dibuka sebagai destinasi wisata. Ada Hal unik yang kami lihat di sana. Tembok itu berdiri kokoh karena memang berfungsi sebagai benteng. Konon itu atas perintah Kaisar Qin Shi Huang, kaisar pertama Tiongkok untuk menangkal serangan bangsa dari Utara. Bangunan ini membentang dari pelabuhan Laut Cina Shanhaiguan hingga ke barat yakni ke provinsi Gansu melindungi beberapa area strategis.
Jalan di atas Tembok itu cukup lebar. Dibuat dari bongkahan batu yang tebal dan keras. Bagian yang dibuka itu menanjak. Lumayan juga membuat napas sedikit tersengal menapakinya. Sengaja dibuat dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Tujuannya apabila suatu bagian jatuh dikuasai musuh, maka serdadu yang bertugas di situ dapat mundur ke bagian atas. Jika musuh mengejar tidak mudah dan geraknya diperlambat karena jalan yang dibuat miring kekiri dan ke kanan. Itu kami rasakan sendiri waktu melangkah tidak dapat maju dengan cepat.
Ketika kami sedang berjuang dengan napas ngos-ngosan, tiba-tiba dari belakang menyusul seorang orang biksu dan seorang biksuni. Mereka melewati kami dengan langkah ringan. Wajahnya memerah, segar dengan senyum ramah tersunging di sudut bibirnya. Dengan sekejap mereka sudah jauh meninggalkan kami dan sampai ke bagian tertinggi.
Setelah beberapa lama kami pun sampai juga di puncak benteng itu. Kami melihat kedua pendeta itu sedang duduk dengan sikap khusu bermeditasi. Nampak jelas mereka tenggelam dalam keheningan menyatu dengan alam semesta.
Tak berapa lama keduanya berdiri. Kami mendekat sambil menyapa santun dengan mengucapkan halo. Tak disangka sang biksu membalas sapaan kami juga dan menanyakan dari mana kami berasal dengan bahasa Inggris yang cukup fasih.
Ketika kami menanyakan apa rahasianya sehingga fisiknya tampak bugar seperti itu. Usianya sudah mencapai 90 tahun. Lebih jauh ia bercerita seakan menasehati kami.
Pertama mengatur makanan. Para pendeta ini vegetarian. Mereka menghindari makanan-makanan yang tidak menyehatkan. Pantang mengonsumsi protein hewani. Menu makanan sehari-hari terdiri dari beragam sayuran dan buah-buahan. Sudah pasti ini sumber vitamin, mineral dan serat (fiber) yang tinggi. Membuat lancar pencernaan dan mambantu proses detoksifikasi (membuang racun sisa metabolisme makanan dalam tubuh). Mereka pun ternyata ia berlatih kungfu setiap hari sebagai olah raga. Bermeditasi guna membersihkan batin, menyelaraskan hati dan pikiran agar tidak terpengaruh hal-hal negatif. Dengan kata lain selalu berpikir positif.
Selain itu hidup rukun, bersahabat, bersilaturahmi dengan masyarakat lingkungannya dan selalu gembira. Hati yang gembira itu adalah obat.
Itu beberapa hal dibalik rahasia kebugaran seorang biksu hasil bincang-bincang kami di atas Tembok Besar China. Sebagaimana juga disuratkan dalam tulisan yang diposting kawan itu yang secara lengkap berbunyi:
*Medicine Is Not Always Found In Bottles, Tablets or Vaccines*
– Detoxification is Medicine.
– Quitting Junk Food is
Medicine.
– Exercise is Medicine.
– Fasting is Medicine.
– Nature is Medicine.
– Laughter is Medicine.
– Vegetables
– Fruits Are Medicine.
– Sleep is Medicine.
– Sunlight is Medicine.
– Gratitude And Love Are
Medicine.
– Friends Are Medicine.
– Meditation is Medicine.
– Being Fearless is
Medicine.
– Postive attitude is
Medicine.
– Unconditional Love
Towards all Living
Beings is Medicine.
– Listening Is Medicine.
– Speaking Up And
Sharing is Medicine.
– accepting and staying
in present moment is the
best medicine










