JANGANUBAH TUJUAN, LEBIH BIJAK UBAH LANGKAH UPAYA

Terbaru20 Dilihat

Setiap orang punya tujuan. Entah jangka pendek atau jangka panjang. Pertanyaan muncul ketika tujuan tidak tercapai atau mungkin belum tercapai sikap bagaimana yang ditampakkan? berhenti, berjuang terus ataukah merubah tujuan? Refleks pertama yang sering muncul meragukan atau bahkan menurunkan tujuan. “Mungkin targetnya terlalu tinggi,” atau “Sepertinya ini bukan tujuan yang tepat harus dirubah”

Pilihan bijaknya jangan merubah tujuan namun merubah upaya untuk terus maju menggapai tujuan. Karena masalahnya belum tentu pada tujuannya, bisa jadi pada strategi dan langkah yang ditempuh.

Tujuan berfungsi sebagai arah, bukan sesuatu yang harus dikompromikan setiap kali ada kesulitan. Jika arah terus diubah, justru kehilangan orientasi. Mengapa harus tetap kuat terfokus pada tujuan, karena ia ibarat kompas bukan beban.

Kegagalan sering bukan karena tujuan yang salah, tetapi karena cara yang kurang tepat. Mengubah pendekatan, mencoba metode baru, atau belajar dari kesalahan adalah bagian dari proses menuju tujuan. Di sini fleksibilitas bisa nenjadi kunci mendukung keberhasilan.

Menurunkan atau mengganti tujuan kadang menjadi bentuk “pelarian halus”. Terlihat rasional, tetapi sebenarnya itu cara aman untuk menghindari tantangan. Tetap bertahan, tetapi dengan cara yang lebih cerdas jadi pilihan guna menghindari sikap mudah menyerah.

Jangan kecilkan mimpi hanya karena langkah belum tepat—perbaiki langkahnya, bukan mimpinya. Karena hidup bukan tentang bersikeras pada cara, tetapi tentang setia pada tujuan. Orang yang berhasil bukan selalu yang paling kuat, tetapi yang paling adaptif—mereka yang berani mengubah langkah tanpa kehilangan arah.

“When it is obvious that the goals cannot be reached, don’t adjust the goals, adjust the action steps” demikian dikatakan Confusius.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan