MASIH ADAKAH KETELADANAN DALAM DUNIA KEKINIAN

Terbaru8 Dilihat

Menjadikan suatu hal sebagai contoh atau panutan bagi orang lain itulah keteladanan. Ini tentang  menampakkan ahlak mulia. Ada Kejujuran, kedisiplinan, kesabaran, dan kasih sayang tercermin dari dalamnya. Tanpa
berperilaku kasar melainkan membalas perbuatan buruk dengan adab dan sopan.

Dunia moderen masa kini penuh hiruk-pikuk. Segala sesuatu berlomba menjadi cepat, praktis, dan instan.

Terbersit pertayaan dalam hati: masih adakah keteladanan  sejati masa kini?  Nilai-nilai luhur itu seolah lebih banyak digantikan dengan menyanjung keberhasilan dan popularitas orang-orang yang memuaskan keinginan diri yang memang tak akan pernah terpuaskan dari hari ke hari.

Keteladanan sejati seolah redup, tersamar oleh gemerlapnya kehidupan glamour dunia teknologi kekinian.

Dunia lebih banyak menilai seseorang dari tampilan dan pencitraan. Sementara kejujuran dan kesederhanaan perlahan tersisih di sudut-sudut sunyi kehidupan.

Seseorang lebih banyak dinilai Dari tampilan luar. Dari unggahan media sosial. Lepas dari kejujuran dalam tindakan kecil yang tak terlihat kamera.

Sejatinya di sanalah keteladanan sesungguhnya berdiam.  Dalam kesetiaan seorang guru yang terus mendidik dengan hati tulus, dalam kesabaran seorang ibu yang membesarkan anaknya di tengah keterbatasan, dalam kerelaan seseorang membantu tanpa mengharap balasan.

Keteladanan sejatinya tidak lahir dari kata-kata indah, melainkan dari keheningan sikap yang konsistensi. Ia tumbuh dari keberanian untuk tetap benar meski harus dilakukan sendiri. Dari kerendahan hati untuk mengakui kesalahan, dan dari ketulusan memberi tanpa pamrih agar mendapat perhatian atau pujian.

Namun, di masa kini hati ini harus meyakini keteladanan sejati sesungguhnya tidak pernah benar-benar hilang atau melarikan diri. Ia hanya semakin sulit ditemukan di tengah gemerlapnya kehidupan masa kini.

Mungkin kehidupan telah berubah, tapi nilai-nilai itu tidak pernah lekang ditelan zaman. Justru di tengah derasnya arus egoisme dan kepalsuan, dunia kini lebih membutuhkan orang-orang yang mau menjadi teladan. Dalam hal sederhana menepati janji, menghormati perbedaan, menjaga tutur kata, dan mengulurkan tangan bagi yang lemah, menghargai perbedaan, dan menebarkan empati yang menyejukkan.

Itulah harapan akan keteladanan dalam Dunia kekinian.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan