Sandwich itu makanan yang terdiri dari dua potong roti dengan berbagai isian di tengahnya. Istilah ini populer sejak John Montagu, Earl of Sandwich, memperkenalkan roti lapis pada abad ke-18. Makanan ini praktis, mudah dibuat, dan digemari di seluruh dunia.
Namun, ketika kata sandwich digabung dengan kata generasi, maknanya berubah total.
Istilah “Generasi sandwich” dilekatkan pada kelompok orang dewasa yang secara finansial dan emosional terjepit di antara dua generasi: orang tua yang menua dan anak-anak yang masih bergantung.
Mereka harus merawat, mendampingi, dan membiayai dua sisi sekaligus. Sementara itu kebutuhan diri sendiri pun mendesak, tetap harus dipenuhi. Seperti isian roti lapis, mereka berada tepat di tengah—menahan tekanan dari dua arah.
Fenomena ini muncul karena berbagai faktor:
Kurangnya perencanaan keuangan generasi sebelumnya.
Ketergantungan orang tua yang membuat anak harus ikut menanggung biaya masa tua.
Gaya hidup konsumtif dan minim literasi keuangan pada keluarga muda.
Ekspektasi budaya, yang menganggap wajar anak menanggung orang tua tanpa melihat kapasitasnya.
Semua ini membuat generasi sandwich berada dalam posisi yang serba sulit. Dampaknya tidak ringan. Mereka hidup dalam kecemasan tentang biaya, masa depan, dan tanggung jawab yang tak ada habisnya.
Secara fisik, mereka mudah lelah, sulit tidur, dan kehilangan minat pada kegiatan yang dulu menyenangkan. Secara sosial, mereka makin terisolasi karena waktu dan energi habis untuk mengurus dua arah. Secara finansial, tabungan masa depan kerap tidak berkembang karena pendapatan selalu habis untuk kebutuhan tiga generasi.
Sandwich sebagai makanan mungkin nikmat, tetapi menjadi “generasi sandwich” adalah kondisi yang melelahkan.
Terjepit di antara beban-beban kehidupan, mereka sering berjalan tertatih tanpa banyak yang menyadari.
Kesadaran, perencanaan keuangan, dan perubahan pola pikir perlu dibangun sejak dini agar generasi berikutnya tidak terus menjadi isian yang terhimpit di tengah dua potong roti bernama kewajiban.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)


