“Sedikit Bicara Kaya Mendengar” adalah petuah untuk merendah dalam suatu percakapan. Mendengar bukan sekadar diam. Itu membuat diri hadir sepenuhnya dalam ruang bagi cerita, keluh kesah, ataupun gagasan orang lain untuk tumbuh dan berkembang dalam suatu interaksi melibatkan komunikasi.
Tidak sedikit yang lupa atau tak pernah menyimak maknanya jika dalam sikap merendah tersimpan kekuatan luar biasa. Dalam diam menahan diri untuk lebih mendengar dari pada berbicara, tak selalu mencoba merebut perhatian untuk lebih diperhatikan tersimpan kekayaan wawasan, empati dan pemahaman tentang kehidupan. Tercerahkan lewat ucapan dan isi pesan yang sedang disampaikan.
Dari mendengar, kita belajar melihat persoalan dari sudut yang tak pernah terpikirkan. Dari mendengar, kita menemukan peluang memperbaiki diri menempa pengalaman. Bahkan memahami kebutuhan orang lain sebelum memberi saran.
Sering kali yang dibutuhkan bukan jawaban spontan, tetapi telinga yang hadir mendengarkan dengan penuh perhatian. Dengan begitu, bukan hanya membuat seseorang lebih bijak, tetapi juga lebih manusiawi dalam bertindak dan mengukir jejak.
Sejatinya sedikit bicara tak banyak merangkai kata akan lebih bijaksana. Ibarat kata bijak: “If you talk too much, you will lie,” terlalu banyak bicara cenderung mendorong orang ke arah berdusta.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)


