MENYIKAPI KESALAHAN

Terbaru9 Dilihat

Jika seseorang melakukan satu kesalahan bagaimana ia atau orang lain menyikapinya?
Menyikapi kesalahan, baik yang dilakukan sendiri maupun yang dilakukan orang lain menuntut keseimbangan antara kejujuran, empati, dan tanggung jawab. Jika tidak diperbaiki kesalahan pertama bisa merusak relasi; bahkan dapat mengundang kesalahan-berikutnya. Ini yang dikatakan Confusius:
“A man who has committed a mistake and doesn’t correct it is committing another mistake”–Seseorang yang melakukan kesalahan dan tidak memperbaikinya, akan melakukan kesalahan lainnya.

Tak dapat dipungkiri seseorang yang melakukan kesalahan sering kali bertindak defensif atau membela diri mengemukakan pembenaran. Karena memang pada dasarnya tak ada orang yang mau disalahkan. Padahal mengakui kesalahan bukan tanda kelemahan, melainkan kedewasaan. Ini suatu keberanian untuk jujur.

Ketika kesalahan terjadi Mempertanyakan: Apa yang salah? Mengapa bisa terjadi? Apa dampaknya?. Ini mengevaluasi dengan jernih yang menjadi langkah penting.

Untuk memperbaikinya secara nyata permintaan maaf saja tidak cukup—harus ada tindakan korektif. Perbaikan adalah bukti tanggung jawab.

Kesalahan menjadi bernilai jika menghasilkan perubahan sikap atau sistem. Dari situlah seseorang belajar Dan bertumbuh. Karenanya jangan takut akan membuat kesalahan. Karena Orang yang tidak pernah berbuat kesalahan biasanya adalah orang yang tidak pernah berbuat sesuatu.” Demikian kata-W C Magee.

Bagaimana jika orang lain yang melakukan kesalahaan? Setiap orang bisa keliru. Reaksi emosional sering memperburuk keadaan. Karena itu jangan langsung nenghakimi. Akan lebih bijak jika kesalahan disampaikan secara jelas, tetapi dengan bahasa yang menghargai martabat orang tersebut.

Beri ruang untuk memperbaiki dengan memberikan kesempatan kedua. Itu adalah satu bentuk kepercayaan yang dapat memulihkan relasi. Terlebih jika memberi label negatif pada pribadi seseorang hanya karena satu kesalahan. Bedakan antara kesalahan dan karakter.

Dalam menyikapi suatu kesalahan ada prinsip penting antara lain: Kejujuran tanpa kekerasan, berkatalah benar tanpa melukai, tanggung jawab tanpa menyalahkan dengan berfokus pada solusi, bukan menjadikan kambing hitam.
Pengampunan tanpa pembiaran dengan memaafkan, tetapi tetap mendorong perubahan kearah perbaikan.

Dari pemikiran Confusius dapat dipetik pelajaran bahwa kesalahan bukan akhir, melainkan kesempatan untuk menjadi lebih baik. Yang berbahaya bukan kesalahan itu sendiri, tetapi sikap keras kepala yang menolak untuk memperbaikinya.
(Abraham Raubun.B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan