Mungkin rasa haru ini pasti dialami oleh semua mata yang memandangnya, bersimpuh memandang orang tercinta sudah berbeda dunia. Setelah sekian lama bertemu lagi dalam pelukan nisan saja yang mampu menghalau rindu yang mengebu.
Rencana awal hanya ingin mengajak bunda pergi sarapan, karena pertemuan setiap malam minggu tidak dapat dilaksanakan karena suami baru pulang berpergian dan baru sampai ke rumah setelah magrib menjelma.
Tentu tidak tega memintanya untuk menyambangi rumah bunda seperti kebiasan setiap malam minggunya. Setelah membuat perjanjian kepada suami, mengungjungi bunda dipagi hari saja.
Setelah subuh tentunya mencuci dulu sambil berbenah rumah, baru setengah delapan menjemput bunda, perjalanan yang hanya memakan waktu lima belas menit dari rumah ke rumah Bunda. Setelah menjemputnya langkah selanjutnya menuju tempat sarapan yang lagi digandrungi masyarakat kabupaten karimun, tempat sarapan ala rumah makan di Malaysia.
Duduk bersembang bertanya kabar serta menceritakan keseharian sepertinya menjadi topik yang membuat bunda terhibur setelah hampir delapan bulan menjanda.
Sebelum pulang permintaan bunda untuk singgah melihat pusara Ayahnda yang katanya sudah di keramik oleh adikku yang belum sempat disambangi.
Menyampaikan niat kepada suami, akhirnya mobil kami arahkan ke pemakaman umum tempat peristirahatan terakhir Ayahnda.
Ada rasa haru yang mendalam melihat Bunda duduk membacakan doa, sesekali mengusap wajahnya tanda ada air mata yang keluar dari netranya. Sempat mengabadikannya, terbesit doa dalam hati semoga rumah tanggaku akan sampai ke jannah dan cinta kami selalu seperti rumah tangga Ayahnda dan Bunda.
Setelah puas melepas rindu kepada Ayanda diperistirahatan terakhirnya, langkah kami selanjutnya mengantar Bunda ke rumah, satu hal yang selalu menjadi ingatan dan dipraktekkan dalam kehidupan nyata selalu mengucapkan terima kasih setiap mendapatkan apapun dari orang lain itu yang selalu Bunda lakukan, kalau mau dipikir sudah menjadi kewajiban kami sebagai anak untuk menyenangkanya tidak perlu berterima kasih, tapi itulah yang menjadi pelajaran hidup berharga dari Bunda.
Semoga Nyakbaye bisa meneruskan contoh teladan yang didapat dari Bunda, selalu mengucapkan terima kasih setiap mendapatkan kebaikan serta pertolongan dari orang lain, Bunda terima kasih sudah memberi cinta, serta pelajaran hidup yang membuat Nyakbaye seperti sekarang ini, semoga surga menjadi balasannya, amin.***













