Jangan Merasa Diperlakukan Tidak Adil

Bila orang nasibnya sedang susah, ia sering berpikir, bahwa kehidupan ini tidak adil. Karena ada orang yang dilahirkan dalam keluarga kaya, tapi ada yang dilahirkan dalam keluarga miskin. Yang dilahirkan dalam keluarga kaya, masih mendapat warisan atau diserahi perusahaan oleh orang tuanya. Sebaliknya yang dilahirkan dalam keluarga miskin, meski sudah rajin bekerja bertahun-tahun masih belum dapat memiliki apa-apa, rumah masih ngontrak pergi kemana-mana harus berhimpitan di commuter line atau bis kota. Bahkan kadang-kadang masih ditambah terbelit hutang.

Ekstreemnya lagi, sama-sama lulus dari perguruan tinggi yang sama, nasibpun bisa berbeda. Ada yang kemudian memiliki banyak perusahaan, tapi ada yang hingga pensiun masih biasa-biasa saja. Memang kehidupan manusia tidak selalu sama, sesuatu yang tampak megah bisa saja dalamnya rapuh, bahkan yang tampak biasa ternyata lebih berbahagia. Semua yang menentukan diri Anda sendiri, jadi jangan membandingkan dengan nasib orang lain.

Kehidupan ini memang tidak adil, ada yang mau makan saja harus berjuang dulu, membanting tulang memeras keringat, sementara orang lain baru bangun pagi sudah tersedia sarapan di meja makannya. Ada yang memiliki orang tua lengkap, namun ada juga yang tidak memiliki keluarga sejak lahir.

Memang kehidupan  ini tidak adil.  Semua orang akan memiliki pergumulan hidupnya masing-masing. Namun sebagai manusia, Anda tidak boleh hanya mengeluh , Anda harus senantiasa memperjuangjan nasib Anda sendiri.  Saat Anda menyadari hakikat kehidupan yang tidak adil, maka Anda harus  berhenti bertanya dan tidak hanya menyalahkan Tuhan.  Karena Anda harus sabar menanggung nasib yang  harus Anda tanggung. Ada yang menggunakan istilah Anda harus hidup sesuai jenis tulang Anda. Tulang orang kaya atau tulang orang miskin.

Dan hal yang terpenting adalah tanggapan Anda. Apapun yang terjadi, bergemburalah sebab hidup di dunia ini adalah sementara. Orang Jawa mengatakan ‘urip mung mampir ngombe’ (hidup hanya untuk sekedar  minum saja). Orang yang mengetahui bahwa hidup di dunia ini hanya sementara adalah orang yang akan berbahagia, Karena Anda dapat melihat sesuatu secara holistik dan bukan hanya melihat sebagian kecil dari kehidupan ini.

Sadarkah Anda, bila hanya bisa mengeluh tentang kehidupan yang tidak adil hanya akan membuang waktu dan energi saja? Lalu alasan apa yang membuat Anda masih melakukannya? Anda harus  berkomitmen untuk menanggapi  kehidupan ini secara benar.

Selalu mengucap syukur. Tanggapi segala keadaan yang terjadi dalam hidup Anda dengan benar. Jangan melihat sesuatu yang terjadi hanya dari yang terlihat saja.

Anda harus menjadi pribadi yang tangguh dan tidak hanya bisa mengeluh saja. Bersyukurlah bahwa anggota tubuh Anda utuh dan sehat, Anda masih jauh beruntung bila dibandingkan dengan orang yang dilahirkan dalam kondisi cacat. Orang yang dilahirkan cacat justru lebih kuat dan jarang mengeluh. Berkacalah pada semangat hidup orang-orang cacat.

Tangerang Selatan, 26 Agustus 2021.

@sg

Tinggalkan Balasan