RADARMEDAN.COM – Bermula dari sebuah buku yang diberikan oleh Thamrin Dahlan, pimpinan Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTH) Jakarta, membuat Ir. Mas’ud Dohim, MT, MBA, MM, Aut. HAEI, IPU, ACOE PH. Eng., keduanya sesama putra Jambi, tergerak untuk menulis buku.
Maka, langkah pertama yang dilakukan terkait dengan keinginannya untuk menulis buku Mas’ud, pun menulis riwayat hidup pribadinya yang dikenal sebagai autobiografi.
Autobiografi Mas’ud dengan judul “Autobiografi Mas’ud Dohim Berkarya & Maju: Perjalanan Hidup, Pengabdian, dan Harapan untuk Bangsa” akan diterbitkan oleh YPTD dengan ISBN.
Mas’ud, yang lahir di Jambi, 21 November 1953, berharap melalui autobiografi ini bisa jadi bagian dari pengabdiannya sepanjang karirnya. Ini kutipan dari ide Mas’ud “Hidup bukan untuk sekedar untuk diri sendiri, tetap untuk memberi manfaat dan menyalakan harapan bagi sesama dan negeri ini.”
Sebagai pemimpin, penulis dan penggerak Mas’ud menyalakan harapan: Belajar-Sepanjang Hayat, Berkarya-untuk Negeri, Bermanfaat-Bagi Semua dan Berharap-untuk Masa Depan.

Diskusi persiapan launching buku “Autobiografi Mas’ud Dohim Berkarya & Maju” dilangsungkan pada hari Rabu, 16/9/2026, siang di Restoan Seafood Panembahan 45, Jl. KH. Noer Ali No.54 (Ruko Plaza Kalimalang), Jakasampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Diskusi dengan penulis buku dengan beberapa penulis buku yang tergabung di Penerbit YPTD, antara lain Thamrin Dahlan dan istri, Sugiri dan istri, Dr. Nani Kusmiati, Nur Terbit, Ajinatha, Syaiful W Harahap, Sumardi, Erlinda dan dr. Irsyad.
Buku autobiografi Mas’ud ini terdiri atas 12 bab. Kisah perjalan hidup Mas’ud dimulai dari ‘desa minyak ke kancah dunia keinsinyuran’ berlanjut ke upayanya untuk memberi manfaat dengan menulis autobiografi.
Mar’ud juga berkisah tentang suasana nostalgia dan keluarga penyemangat. Lalu ada wisata barokah serta pengalaman dan profesi.” Selanjutnya tentang sekolah berkelanjutan serta berkarya dan maju yang dilanjutkan dengan kisah tentang sahabat sejati, susah senang tetap setia.
Ada pula kisah tenang gulai tunjang yang lemak nian serta kenangan kangen keluarga besar Pertamina Bajubang Kenali Asam Kasang. Tentu saja kisah tentang murid yang mengunjungi guru. (Sumber: RADARMEDAN.COM)







