Tidak semua hal selamanya mudah dimengerti, ada kalanya butuh ekstra penjelasan -Uknown- Hari ini keponakan Tiara datang berlibur ke rumah. Umurnya masih 4 tahun namanya Joni. Berkulit putih dan berambut Selengkapnya
Cerpen
MaulanaYa Suamiku (part 3)
Sudah sebulan suamiku di Mes, baru satu kali suamiku pulang ke rumah. Aku bertanya – tanya sepemalas itukah suamiku sampai tidak pulang ke rumah. Untung belum punya anak, jika tidak Selengkapnya
Ibu Bahadurku
Hati seorang ibu adalah ruang kelas tempat anaknya belajar. “Ayo Tiara….lompat….cepat lompat…. cepat….cepat….ayo…!” teriak Dodi menyemangati Tiara dalam permainan petak umpet di halaman belakang rumahnya. “Tiara pun bingung. Awalnya Selengkapnya
Menulis tentang Keseharian yang Berbuah Buku
Saat ingin menulis, terkadang kita (atau mungkin hanya saya?) sibuk memikirkan tema/ide tulisan. Padahal, kita bisa menulis tentang apa pun. Tak melulu harus hal-hal yang serius atau berbau ilmiah. Tulisan Selengkapnya
MaulanaYa Suamiku (part 2)
Brak, suara pintu di banting dengan keras. Pasti suamiku pulang dari kerja, hmmm aku menghembus napas berat pasti terjadi sesuatu di kantor sehingga suamiku membanting pintu dengan keras. “Sri, ambilkan Selengkapnya
Special Guest
Diamlah, Daripada sekadar basa-basi Suasana siang itu sangat cerah. Pukul 14.30 WIB Sinta tetangga Tiara pulang dari sekolah. Saat menunggu angkot Sinta melihat seorang bule Selengkapnya
Cerpen : Perpisahan dengan Lelaki Itu
Sudah dua kali lelaki itu datang dan mem’booking’ku. Waktu pertama kali datang, dia hanya bermain cinta di kamar ini namun ketika datang yang kedua kali, dia mengajakku ke sebuah hotel. Selengkapnya
Tertukar
Conscientious people are apt to see their duty in that which is the most painful course. Hari ini Tiara masuk sekolah sebagai murid baru di SD 004. Tiara sangat bahagia Selengkapnya
Keripik Singkong
Iman Tanpa Ilmu Bagaikan Lentera di Tangan Bayi Namun Ilmu Tanpa Iman Bagaikan Lentera di Tangan Pencuru -Buya Hamka- Suatu sore Tiara bermain bersama Wiwik tetangga rumah yang berada tepat Selengkapnya
Bukan Penulis (Part 8)
“Kau dan Anak laknatmu membuat Anakku meninggal.” “Ayah pelankan suaramu, jangan sampai Ila mendengarnya. Ila tidak bersalah dalam hal ini. “Ingat Yah, Bang Faisal yang menyangupi menikahiku walaupun Ayah tahu Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.








