Matinya Sang Penyair

Aksara di lorong sunyi bertangisan Banjir air mata perpisahan Takada yang memunguti Merangkai dalam kalimat indah tali temali Berpisah dengan sang penyair Puisi indah tak lagi mengalir Diksi ingin menari

, , , , , , , , , , , , , ,

Untukmu Untukku: Guru yang Pantas Digugu dan Ditiru!

Foto penulis (sumber: dokumen pribadi) dan Ki Hajar Dewantara (sumber: Buku Ki Hajar Dewantara)   Di zaman dahulu Guru selalu identik dengan akronim “Digugu dan ditiru”   Digugu karena segala

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.