
Akhir akhir in awak lebih suka berpantun di sosial media. Kini pola interaksi di sosial media agak garang nampaknya. Hal itu bisa saja terjadi apabila terdapat berselisih paham tentang sesuatu hal misalnya dukungan terhadap seorang tokoh. Perselisihan itu akhirnya membelah komunitas menjadi haters dan lover Kondisi seperti ini dikuatirkan berkembang menjadi pertarungan dengan menggunakan kata kata yang kurang elok dibaca.
Dengan berpantun paling tidak awak dan mungkin juga sobat bisa terhindar dari kata kata kotor tidak senonoh ketika berinteraksi di dunia maya. Menurut hikayat orang orang tua dikisahkan bahwa dalam bertutur kata gunakanlah pantun. Karena sejatinya pantun memberikan rasa dan makna dalam setiap ungkapan jiwa. Dalam pantun tercipta persaudaraan sejati apalagi bila di ikat dalam suasana berbalas pantun. Mampu berbalas pantun lambang lembutnya hati.
Ketika awak mengirimkan pantun di WA atau di Face book atau di media lain maka ada tanggapan positif dari rekan dunia maya. Kemudian banyak pula teman bertanya apakah dia bisa juga membuat pantun. Awak katakan tidaklah sulit menciptakan satu rangkaian pantun, Rangkaian kata menjadi kalimat itu pada dasarnya hanya terdiri dari 4 baris.
Awak jelaskan pula berdasarkan ilumu yang didapat dari Ibunda Hj Kamsiah Binti Sutan Mahmud asli Batusangkar Minang kabau, Pakem utama dan pertama perlu diingat bahwa 2 baris pertama adalah ungkapan tulisan berupa kiasan alam. Sedangkan baris 3 dan 4 adalah pesan bermakna yang akan disampaikan. Bahwasanya satu baris pantun itu hendaknya jangan lebih dai 4 atau 5 kata.
Selain itu Mak mengajarkan pula agar pantun ananda enak di baca dan kemudian enak pula didengar orang maka upayakan dua atau tiga huruf di akhir baris 1 dan 3 berbunyi sama. Demikian pula pada ujung baris 2 dan 4 di bunyikan dengan huruf yang sama. Dengan demikian sangatlah mudah dalam membuat pantun, hanya saja memang perlu latihan. Jadi kita teringat pada peribahasa lama bahwa alah bisa karena terbiasa.
Mari awak contohkan 2 pantun legenda yang sangat terkenal di nusantara.
- kalau ada sumur diladang
- boleh kami menumpang mandi
- kalau ada umur panjang
- bisa kita bertemu lagi
- disana gunung disini gunung
- ditengah tengah pohon melati
- disini bingung disana bingung
- dua duanya pujaan hati
Berikut awak sampaikan pantun yang telah dipublikasi di sosial media dalam waktu 2 minggu di akhir Agustus 2016. Pantun itu berupa sapa menyapa dengan teman teman di sosial media terutama di WA. Teman nan beragam apakah itu Alumni atau juga teman sekerja dan teman bermain, Bisa juga sahabat sepengajian nan saling berkirim pesan.
- Tanda hari berangkat senja
- Burung gereja hinggap ditangga
- Cukup hari ini kita bekerja
- Saatnya bercengkrama dengan keluarga
- Seandainya angin bisa kutangkap
- Kujadikan dia pengantar berita
- Hanya kepada Allah kita berharap
- Atas segala doa dan pinta
- Bunga cempaka ditepi laman
- Dipetik putri negeri sebrang
- Kalau olahraga sdh dilakukan
- Badan terasa segar sekarang
- Kalau tuan bosan menunggu
- Bacalah buku tujuh halaman
- Mari ber olahraga di hari minggu
- Badan sehat terasa nyaman
- Selendang mayang hijab perempuan
- Dipakai pergi ngaji mingguan
- Hari selasa sekarang tuan
- Mari berbuat amal kebaikan
- Gadis cantik perilaku ramah
- Bujang tepesona raso sepadan
- Semua kenangan mempunyai hikmah
- Sebagai pembelajaran dalam kehidupan
- Lain lubuk lain belalang
- Jangkrik meloncat mangsa tersungkur
- Kenangan lama perlu dikenang
- Sebagai tanda rasa bersyukur
- Burung pipit hinggap di portal
- Ditembak satpam pakai senapan
- Luar biasa memang mang jendral
- Pandai bepantun sampaikan pesan
- Minyak tanah dan gas betukaran
- Kayu bakar entah dimana
- Kami ngrasa jadi perawat beneran
- Ketiko tugas praktek di rs pertamina
- Pedagang kakilima banyak yang tekor
- Sering diusir bekeluh kesah
- Bruntung nian adek yunior
- Dak ngrasoi dibentak Uni Nurhijah
- Preman ampera ptantang ptenteng
- Di kejar polisi nyumput di pojok
- Sudah 6 bulan praktek di Benteng
- Gawe masih seputar spoelhok
- Tempat praktek mahasiswa akper
- Rumahsakit benteng punya tentara
- Karena ikhlas disuruh nylaber
- Alumni sukses dalam berkarya
Nah bagaimana hubungan pantun dengan Mukidi bin Mukodas ibnu Afiat. Tentu saja ada hubungan erat perangai Mukidi satu ini dalam ber interaksi di sosial media. Tabiat Mukidi sebagai gambaran asli orang Indonesia terpapar dalam segala tingkah polah. Bisa saja satu saat Mukidi berperan sebagai seorang Ayah yang baik budinya. Lain kali Mukidi bisa pula menjadi seorang pegawai negeri. yang banyak akal bulus.
Pada kesempatan lain Mukidi menjema menjadi seorang Ustazd, maka keluarlah fatwa bermakna menasehati kita semua. Ya Mukidi ada di sekitar kita, dia sosok penghibur nan luar biasa. Kahadirannya mampu memecah kebuntuan komunikasi dan selalu bisa mencairkan suasana. Namun lebih dari itu hendaknya Mukidi juga menjaga perangai ketika bertutur kata, Walaupun humor Mukidi bisa diterima khalayak namun ada juga warga yang terpaksa tersenyum kecut.
Lihatlan dokumentasi foto diatas, bukankah Mukidi sangat hebat. Itulah bukti kehadiran Mukid sejak zaman bahuela, terdapat catatan di buku tua nan sudah usang. Salah satu judul nuku itu bertajuk Tambo Moekidi. Patut diyakini bahwa isi buku tua yang nyaris robek itu berisikan pesan pesan kehidupan. Pesan kehidupan bagi kita semua bagaimana ajaran mulia untuk menyelamatkan diri dari durjana dan nestapa dunia.
Point yang ingin awak sampaikan disini hanya sekedar himbauan terkait euphoria sosok Mukidi. Mari kita memerankan Mukidi sebagai seorang anak negri yang mampu menghibur segala lapisan masyarakat dengan tetap menjaga tata krama. Izinkan sosok Mukidi versi awak yang bernama Mukidi bin Mukodas ibnu Afiat berkomunikasi dengan cara berpantun.
- buliran hujan petanda hikmat
- basahi bumi dinginkan sukma
- tibalah kita di hari Jum’at
- bersegera ke Masjid di kesempatan pertama
Rahasia membuat Pantun sederhana saja. Anda buat dulu baris ke 3 dan ke 4. Setelah itu baru baris 1 dan 2, Tinggal menyesuaikan. Ambil petanda alam. Bebas menggunakan kosa kata. Tidak perlu nyambung yang penting rumus AB AB terpenuhi. Selamat Mencoba.
Selamat berpantun ria, lembutkan hati dengan berpantun.
- Salamsalaman
- BHP 180722
- YPTD














