Di Mana Ada Kemauan,
Di Situ Ada Jalan

Peribahasa “di mana ada kemauan, di situ ada jalan” merupakan ungkapan bijak yang menegaskan bahwa tekad yang kuat akan membuka berbagai kemungkinan. Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan bukan semata-mata ditentukan oleh keadaan, melainkan oleh kesungguhan hati seseorang dalam berusaha.
Kemauan ibarat kunci yang mampu membuka pintu-pintu kesempatan yang sebelumnya tampak tertutup.
Dalam perspektif kehidupan, kemauan adalah energi batin yang menggerakkan seseorang untuk bangkit dari keterbatasan. Banyak orang yang memulai dari kondisi sederhana, namun dengan tekad kuat, mereka mampu mencapai cita-cita yang tinggi. Jalan yang dimaksud bukan selalu mudah, tetapi selalu ada alternatif yang bisa ditempuh selama seseorang tidak menyerah.
Peribahasa ini juga mengajarkan pentingnya sikap pantang menyerah. Ketika menghadapi rintangan, orang yang memiliki kemauan tidak akan berhenti pada satu kegagalan.
Ia akan mencari cara lain, mencoba pendekatan berbeda, dan terus melangkah meskipun perlahan. Justru dalam proses itulah terbentuk ketangguhan dan kedewasaan diri.
Dalam ajaran agama, nilai ini sejalan dengan prinsip bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka sendiri yang berusaha mengubahnya.
Artinya, kemauan yang disertai ikhtiar menjadi dasar utama dalam meraih pertolongan dan keberkahan. Usaha yang sungguh-sungguh adalah bentuk nyata dari keimanan yang hidup.
Di lingkungan pendidikan dan pekerjaan, peribahasa ini menjadi motivasi penting. Seorang pelajar yang memiliki kemauan belajar akan menemukan cara memahami pelajaran, meskipun awalnya terasa sulit.
Begitu pula dalam dunia kerja, seseorang yang berkemauan kuat akan mampu beradaptasi, belajar hal baru, dan menemukan solusi atas berbagai tantangan.
Namun demikian, kemauan harus diiringi dengan arah yang benar. Tanpa perencanaan dan nilai yang baik, kemauan bisa menjadi sia-sia atau bahkan menyesatkan. Oleh karena itu, kemauan perlu dibimbing oleh ilmu, pengalaman, dan nasihat orang bijak agar jalan yang ditempuh benar-benar membawa kebaikan.
Akhirnya, peribahasa ini mengajak kita untuk tidak mudah berputus asa. Setiap manusia memiliki peluang untuk berhasil selama ia memiliki kemauan yang tulus dan usaha yang konsisten.
Jalan mungkin tidak selalu tampak di awal, tetapi akan terbuka seiring langkah yang terus diayunkan dengan keyakinan dan doa.
- Salam Literasi
- BHP, 23 Juli 2026
- Thamrin Dahlan











