Dalam Tubuh Sehat
Terdapat Jiwa Sehat

Peribahasa “Dalam Tubuh Sehat Terdapat Jiwa Sehat” bukan sekadar rangkaian kata bijak, melainkan filosofi hidup yang mengajarkan bahwa kesehatan jasmani merupakan fondasi bagi ketenangan batin, kejernihan pikiran, dan kebahagiaan hidup.
Sabtu Ceria, 11 Juli 2026. Semangat itulah yang terpancar dari kebersamaan Paguyuban Jalan Kaki Dukuh (Perjaka), sebuah komunitas yang menjadikan olahraga sebagai jalan mempererat silaturahmi dan mensyukuri nikmat kehidupan.
Undangan hangat dari Koordinator Perjaka, Haji Ngadiono, mengawali pagi penuh semangat. Tepat pukul 07.00 WIB, para peserta berkumpul di Masjid Al Barkah sebelum melangkahkan kaki menuju Waduk Dukuh. Ada yang datang lebih awal, ada pula yang menyusul kemudian, namun semuanya disatukan oleh tujuan yang sama: menjaga kesehatan dengan hati yang gembira. Tidak ada persaingan, tidak ada perbedaan, yang ada hanyalah persaudaraan dalam setiap langkah.

Lintasan mengelilingi danau menjadi lebih dari sekadar olahraga. Setiap ayunan langkah menghadirkan tawa, canda, dan percakapan yang menghangatkan suasana. Udara pagi yang segar berpadu dengan semangat kebersamaan menghadirkan energi positif bagi seluruh peserta.
Benarlah makna peribahasa ini, sebab tubuh yang aktif bergerak akan melahirkan jiwa yang lebih tenang, pikiran yang lebih jernih, dan hati yang lebih lapang. Olahraga ternyata bukan hanya menyehatkan badan, tetapi juga menyuburkan rasa syukur.

Pembina Perjaka, Irjen. Pol. (P) Prof. Dr. Eko Indra Heri, M.M., senantiasa mengingatkan bahwa kebahagiaan merupakan salah satu rahasia umur panjang. Nasihat itu terasa nyata dalam setiap pertemuan. Senyum yang tulus, sapaan yang akrab, tertawa gembira dan semangat saling menyemangati menjadi obat yang tidak dijual di apotek mana pun.
Hadir 11 Perjaka
- Pak Eko Indra Heri
- Pak Haji Ngadiono
- Datuk Thamrin Dahlan
- Habib Doddy
- Pak Badri
- Pak Sugito
- Pak Pohan
- Mas Ponco
- Pak Hartono
- Mas Tukiman
- Pak RT Iwan
Kebersamaan yang dibangun melalui aktivitas sederhana justru melahirkan kesehatan lahir dan batin secara bersamaan.
Selepas berjalan kaki, kebersamaan berlanjut dengan tradisi ngopi bersama di Gudeg EYANG TI, yang berlokasi di samping Alfamart Kabapin. Hidangan gudeg yang lezat, secangkir kopi hangat, dan obrolan penuh keakraban menjadi pelengkap pagi yang membahagiakan.
Sebagian peserta baru bergabung saat sarapan, namun kehangatan persaudaraan tetap terasa sama. Kebersamaan tidak diukur dari lamanya hadir, melainkan dari ketulusan hati untuk saling menyapa dan berbagi kegembiraan.

Suasana pagi itu juga menjadi ungkapan rasa syukur atas bertambahnya usia salah seorang angota Perjaka Thamrin Dahlan genap 74 tahun 7 Juli 2026. Dengan langkah yang tetap ringan, wajah yang penuh senyum, dan semangat literasi yang terus menyala, beliau menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap sehat, aktif, dan produktif. Justru pengalaman hidup menjadi bekal untuk terus menebarkan inspirasi.
Tubuh dijaga dengan olahraga, pikiran yang diperkaya dengan membaca dan menulis, serta hati yang dipenuhi rasa syukur merupakan perpaduan yang melahirkan jiwa yang sehat dan bahagia.
Peribahasa “Dalam Tubuh Sehat Terdapat Jiwa Sehat” akhirnya menemukan maknanya dalam kehidupan nyata. Kesehatan bukan hanya hasil dari olahraga, tetapi juga buah dari persahabatan, silaturahmi, rasa syukur, dan kegembiraan yang dipelihara setiap hari.
Langkah kaki yang sederhana mampu menghadirkan kebahagiaan yang luar biasa. Semoga semangat Paguyuban Jalan Kaki Dukuh terus menginspirasi masyarakat untuk membiasakan hidup sehat, menjaga persaudaraan, serta mengisi usia dengan karya dan manfaat.
- Salam Literasi. Salam Sehat. Salam Bahagia.
BHP, 11 Juli 2026 - Thamrin Dahlan











