Keluar Melambai

Terbaru, YPTD17 Dilihat

Keluar Melambai
Thamrin Dahlan YPTD

Tulisan ini terinspirasi dari Tulisan Bapak Dahlan Iskan pada portal disway.id Rabu 1 Juli 2026.

Kanada sungguh memperoleh bonus dari FIFA. Bersama Meksiko dan Amerika Serikat, negeri daun maple itu otomatis menjadi peserta Piala Dunia 2026 sebagai tuan rumah. Tidak perlu melewati jalan panjang dan berliku seperti yang dijalani Timnas Indonesia di babak kualifikasi. Lebih membanggakan lagi, ketiga tuan rumah sama-sama berhasil melangkah ke babak 32 besar. Benar-benar tuan rumah yang tidak sekadar menjadi penyambut tamu, tetapi juga ikut berpesta di lapangan hijau.

Di ujung komentar ini, awak menitipkan doa dan harapan seluruh pencinta sepak bola Indonesia. Semoga suatu hari nanti, syukur-syukur tahun 2030 atau edisi berikutnya, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Piala Dunia. Modal kita tidak sedikit. Stadion bertaraf internasional semakin banyak, atmosfer penonton luar biasa, sorak-sorai suporter bisa membuat bulu kuduk merinding, dan kompetisi nasional semakin tertata. Apalagi Persib mampu mencatatkan prestasi tiga kali berturut-turut menjadi juara. Tinggal satu yang harus terus dilatih: jangan hanya jago bernyanyi di tribun, tetapi juga berjaya di lapangan.

Beralih ke Niagara Falls. Perusuh gaek seperti awak hanya bisa melambai dari kejauhan sambil berangan-angan, kapan kiranya kaki ini dapat menginjakkan tanah Kanada. Air terjun kebanggaan negeri sendiri, dari Ngarai Sianok hingga beberapa destinasi lain, sudah pernah awak kunjungi. Kata orang, kedahsyatan Niagara memang sulit ditandingi. Tidak mengapa, bermimpi itu gratis, sedangkan paspornya tetap harus diurus sendiri.

Untunglah awak mempunyai sahabat karib, Syed Taufik Hidayat. Kami pernah sama-sama menimba ilmu di Program Pascasarjana UI, Prodi Ekonomi Syariah. Profesi beliau sangat menarik. Dengan rendah hati menyebut dirinya “montir” pesawat terbang. Padahal montir yang satu ini kantornya berpindah-pindah, dari satu benua ke benua lain. Kalau awak keliling Indonesia membawa buku, beliau keliling dunia membawa obeng. Sama-sama mengabdi, hanya beda alat kerja.

Yang lebih membanggakan, seluruh pengalaman Syed telah diabadikan dalam buku-buku ber-ISBN dan terdokumentasi di Perpustakaan Nasional, sebagaimana karya-karya para Perusuh lainnya. Tulisan boleh selesai, perjalanan boleh usai, tetapi jejak literasi tetap abadi. Maka, judul “Keluar Melambai” kali ini awak maknai sebagai ucapan terima kasih kepada sahabat Syed Taufik Hidayat atas perhatian dan ucapan Dirgahayu ke-80 Polri. Dari kejauhan kami saling melambai, dari dekat kami saling menginspirasi.

Salam Literasi.

Tinggalkan Balasan